Video Ceramah Ustadz Mizan Menuai Protes, Pemprov Didorong Lakukan Langkah Konkret

Akhdiansyah (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gelombang protes terhadap ceramah kontroversial Ustaz Mizan Qudsiyah masih terus berlanjut. Atas situasi tersebut, Anggota Komisi V Bidang Sosial dan Keagamaan DPRD NTB Akhdiansyah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB lebih proaktif lagi meredam situasi yang ada.

Dengan begitu, diharapkan ekskalasi tidak makin membesar. Pemerintah kabupaten/kota tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri dalam meredam situasi tersebut. “Harus ada langkah lebih kongkret dari Pemprov. Karena ekskalasi protes sudah terjadi di lintas kabupaten kota,” kata politisi PKB ini, kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (6/1).

Menurutnya, untuk meredam kondisi yag ada, tidak cukup hanya dengan menyampaikan seruan. Harus konkret dengan terus mengajak semua pihak duduk bersama dan menjalin komunikasi mencari jalan terbaik.

BACA JUGA :  Kapolda NTB: Anggota Harus Peka, Jangan Sakiti Hati Masyarakat

Pasalnya, masyarakat sangat mengedepankan patron. Sehingga pemprov harus bisa merangkul, mengajak dan menjalin komunikasi dengan semua pihak. Baik pimpinan ormas, tuan guru, tokoh adat dan lainnya.

Dengan begitu, diharapkan bisa meredam situasi dan menumbuhkan kesejukan di masyarakat. “Terus proaktif jalin pendekatan dan komunikasi dengan semua pihak. Tidak cukup hanya sekali,” ungkap mantan Sekretaris DPW PKB NTB tersebut.

Pihaknya berharap, persoalan ini diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Tinggal bagaimana sekarang mengawasi dan mengawal proses hukum yang berlangsung. “Laporan kan sudah disampaikan ke pihak kepolisian. Tinggal bagaimana kita kawal kasus ini bersama-sama,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD NTB TGH Mahally Fikri menilai gelombang aksi atas dugaan penghinaan makam leluhur itu masih dalam tahap wajar. “Yang terpenting jangan sampai anarkis. Karena ini akan menimbulkan masalah baru,” terangnya.

BACA JUGA :  Penumpang Pesawat Menuju NTB Bisa Pakai Antigen

Kejadian ini lanjutnya, menjadi pembelajaran penting bagi para tuan guru, ustaz dan dai agar dalam ceramahnya lebih mengedepankan kesejukan dan kesantunan. Serta tidak menyinggung maupun menyakiti perasaan orang lain.

Baginya, masih banyak konten dakwah yang bisa disampaikan kepada masyarakat tanpa harus memojokkan dan menyinggung kelompok yang lain. Dengan begitu, situasi kondusif dan harmonis di tengah masyarakat tetap terjaga dengan baik dan pembangunan tetap bisa berjalan baik. “Ini menjadi PR dari pemerintah daerah, agar kasus serupa tidak terulang kembali,” pungkas Politisi Partai Demokrat ini. (yan)