Versi Hitung Cepat, Suhaidi Unggul di Pilkades Darmaji

Calon Nomor Urut 5 Ucapkan Selamat

PRAYA—Pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2020 di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, telah usai. Dimana setelah dilakukan penghitungan suara di tingkat TPS, tim calon nomor urut 2 atas nama Suhaidi, SE, unggul dari empat calon lainnya berdasarkan perhitungan internal atau cepat (Tim Cakades Suhaidi) sesuai formulir C1.

Dari hasil perhitungantersebut, Suhaidi menempati posisi pertama dengan perolehan suara sebanyak 1.722 suara, atau 36,3 persen. Sementara di posisi ke dua ditempati oleh calon nomor urut 3 atas nama Moh. Awaludin, S.Ag, dengan perolehan suara sebanyak 1.475 suara atau 31,1 persen.

Selanjutnya di posisi ke tiga ditempati oleh calon nomor urut 3 atas nama Drs. HL. Juada, S.Pd, dengan perolehan suara sebanyak 935 suara atau 20.1 persen. Di posisi ke empat ditempati oleh calon nomor urut 1 atas nama Lalu Sudarmaji, dengan perolehan suara sebanyak 278 suara atau 5,9 persen, dan di posisi terakhir ditempati oleh calon nomor urut 5 atas nama Lalu Faturrahman, dengan perolehan suara sebanyak 254 suara atau 5, 4 persen.

Total jumlah suara keseluruhan yang masuk dari 15 TPS yang ada di Desa Dermaji sebanyak 4.742 suara atau 100 persen, dengan total jumlah suara tidak sah sebanyak 60 suara atau 1,6 persen.

Pemenang Pilkades Darmaji, Suhaidi ketika dikonfirmasi di kediamannya, usai perekapan suara yang dilakukan tim yang dihadirkan dari Mataram, menyampaikan rasa syukur atas perolehan suara yang diraihnya. “Alhamdulillah, dengan perolehan suara yang kita raih saat ini, Insya Allah kita menang,” ucapnya seraya disambut ucapan syukur dari semua tim yang hadir menyaksikan perolehan suara yang dia peroleh.

Namun, kata Suhaidi, kemenangan yang diraih berdasarkan hasil perhitungan cepat dari internalnya ini, tidak perlu dirayakan secara berlebihan, apalagi sampai melakukan konvoi. Karena menurutnya, kemenangan yang diraih ini merupakan pondasi awal untuk menata kembali Desa Darmaji, supaya lebih baik. “Kita terima kemenanganan ini biasa-biasa saja dan tidak ada euforia yang berlebihan. Nendek te sak berlebihan lalok entan te sak seneng lalok te (jangan terlalu berlebihan merasa senang), karena kemenangan ini sebagai awal kita membangun Desa Darmaji yang lebih baik,” ujarnya.

Pihaknya hanya berharap kemenangan yang diraih pada kontestasi Pilkades ini dirayakan secara sederhana saja. “Jangan ada konvoi, jangan ada yang panas-panasin calon lain atau pendukung calon lainnya, biasa-biasa saja. Karena kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Desa Darmaji, dan Insya Allah kemenangan ini anugerah dari Allah SWT,” sambungnya.

Suhaidi juga mengingatkan kepada seluruh pendukung maupun masyarakat Desa Darmaji, agar tetap kondusif dan aman. Apalagi dalam pelaksanaan Pilkades ditengah pandemi Covid-19. “Kita tetap jaga kondusif desa kita pasca Pilkades ini. Terlebih ditengah pandemi Covid-19, kita semua harus tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19,” imbaunya.

Meski sudah unggul dalam perolehan suara sesuai hitung cepat di internalnya, namun Suhaidi tetap akan menunggu hasil resmi dari tim pelaksanaa Pilkades Desa Darmaji, yang akan melakukan perekapan di tingkat desa. “Sekali lagi tiang (saya) ingatkan atas nama pribadi sebagai calon nomor urut 2. Kita masih menunggu hasil perhitungan resmi dari pelaksana Pilkades yang akan merekap hasil pemungutan suara di 14 TPS. Namun dari hitungan sementara tiang bersama tim, alhamdulillah sudah unggul di angka 1700-an lebih dibandingkan calon yang lain,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, anggota kepolisian selaku Bhabinkamtibmas Desa Darmji, Hadi Hermanto, juga turut mengimbau masyarakat, terlebih para pendukung agar bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusifitas Desa Demaji. Dan jangan sampai terjadi gesekan dengan para pendukung calon yang lain.

“Jadi apa yang dikatakan sama Pak Suhaidi supaya kita sama-sama menjaga kondusifitas wilayah kita. Jangan terlalu berlebihan euphoria karena kemenangan. Tetap menjaga situasi kondusif, apalagi masih dalam kondisi pandemi. Terpenting bisa menjaga perasaan calon yang lain,” tambahnya.

“Jadi permintaan kami jangan ada konvoi. Boleh merayakan, tapi cukup sederhana seperti sekarang ini. Jangan sampai keluar-keluar yang justru menimbulkan kebisingan, dan tetap menjaga protokol Covid-19,” imbau Hadi.

UCAPAN SELAMAT: Cakades Darmaji nomor urut 2, Suhaidi, SE, mendapatkan ucapan selamat dan saling rangkul dengan Cakades nomor urut 5, Lalu Faturrahman, disaksikan para pendukung. (faisal haris/radarlombok.co.id)

Tidak berselang lama, salah satu calon Pilkades nomor urut 5, Lalu Faturrahman datang mengucapkan selamat atas kemenangan calon nomor urut 2, Suhaidi. “Saya ucapkan selamat terhadap saudara tiang (saya) Suhaidi, yang telah memenangkan Pilkades Desa Darmaji periode 2020-2026,” ucapnya.

Sebagai salah satu calon, dia juga telah menyampaikan sejak awal, siapapun yang memenangkan pertarungan di Pilkades Darmaji, maka itulah yang terbaik pilihan masyarakat. “Siapapun yang menang, maka itulah yang terbaik, dan kami akan mendukung sepenuhnya program-program ke depan, demi Desa Darmaji yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Faturrahman juga tidak lupa mengajak semua masyarakat atau pendukungnya, untuk bisa menghormati hasil Pilkades, dengan tetap menjaga kondusifitas desa. “Sebagai calon yang kalah, saya atas nama calon menyampaikan kepada masyarakat atau pendukung saya, untuk kita sama-sama sudahi perbedaan yang kemarin. Sekarang mari kita sama-sama mendukung calon terpilih untuk bekerja membangun desa ini supaya lebih maju ke depannya,” ajaknya.

Seperti diketahui, pelaksanaan Pilkades serentak 2020 di Kabupaten Lombok Tengah, dilaksanakan di 16 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Rinciannya, ada 8 desa yang memiliki calon kepala desa lima orang, yakni Desa Banyu Urip, Desa Bonder, Desa Mangkung, Desa Gapura, Desa Mertak, Desa Darmaji, Desa Karang Sidemen dan Desa Jelantik.

Selanjutnya ada satu desa yang memiliki empat calon kepala desa, yakni Desa Beraim. Kemudian ada empat desa yang memiliki calon kepala desa sebanyak tiga calon, yakni Desa Pengengat, Desa Beleka, Desa Bilelando dan Desa Montong Sapah, serta ada tiga desa yang memiliki calon sebanyak dua orang, yakni Desa Pendem dan Desa Jurang Jaler. (sal/*)