Vamos Wujudkan Target Manajemen

Vamos Wujudkan Target Menejemen
JUARA: Manager Vamos Mataram, Aryanto Pramethu bersama dengan pelatih Vamos Mataram, Hicham berpose berama setelah menang kala menghadapi Permata Indah Monokwari dengan skor 8-3 di GOR UNJ, Minggu (14/5). (Abdi Zaelani/Radar Lombok)

YOGYAKARTA — Pelatih Vamos Mataram, Hicham Ben Hammou, sukses wujudkan target menejemen klub tersebut dengan keluar sebagai  juara Pro Futsal League (PFL) 2017.

“Sekarang mereka menang dan target dari manajemen bisa diwujudkan. Jerih payah mereka terbayar selama mengikuti latihan persiapan FPL tahun ini. Saya sangat bahagia,” kata Hicham usai timnya memastikan gelar juara PFL 2017 setelah menghancurkan Permata Indah Manokwari 8-3 di GOR UNY, Yogyakarta, Minggu, (14/5).

Saat baru memasuki babak final four, Hicham mengaku sudah menduga bahwa Permata Indah yang akan tembus ke final. Namun, anggota staf kepelatihan lainnya lebih menjagokan Bintang Timur Surabaya (BTS). Ternyata, Permata yang berhasil ke final setelah mengalahkan BTS 2-1.

Menurut Hicham, para pemain Permata cukup bagus. Kolektivitas permainan menjadi salah satu kekuatan mereka. Fighting spirit mereka juga luar biasa. Meski skornya 8-3, namun pertandingan sejatinya berjalan cukup alot terbukti di set pertama Vamos ditahan imbang 1-1.

Hichman mengaku terus mempelajari kekuatan Permata. Ternyata sebagai ujung tombaknya ada di kapten Permata Rahmat Arsyad dan Fandy Permana.

“Setelah anak-anak mampu menghentikan sang kapten baru di babak kedua ini mampu membobol pertahanan permata sehingga hasilnya maksimal dan memaatikan keluar sebagai juara,” ujarnya.

Diketahui sang kapten adalah pemain yang bagus. Semua pemain Permata selalu ingin mengarahkan bola ke dia. Kami potong jalur bola ke arahnya. Dan kami juga mengendalikan pemain nomor 8 (Fandy),” ulas Hicham.

“Itulah salah satu alasan kenapa Permata tidak bisa menampilkan permainan terbaiknya,” tambah pelatih berpaspor Belanda tersebut.

Selain itu, kata Hicham, Vamos juga menerapkan pressing yang ketat kepada Permata. Dia yakin, jika lawan terus menerus ditekan, fisik mereka akan terkuras.

Akibatnya, mereka tak bisa menampilkan penampilan terbaiknya. Terbukti, Permata terlihat kelelahan. Hicham melihat sendiri di bench Permata pergantian pemain terjadi begitu cepat.

“Dan jika kamu menekan lawan sepanjang pertandingan, di akhir laga mereka tak akan bisa menampilkan futsal terbaiknya,” kata pelatih keturunan Maroko tersebut.

Pressing yang ketat juga membuat Permata keteteran. “Kami pojokkan mereka. Kami paksa mereka melakukan kesalahan. Kamu tahu, ini seperti pertandingan tinju,” tutupnya. (cr-adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid