Vaksinasi Cegah PMK Mulai Dilakukan

VAKSINASI: Vaksinasi hewan ternak warga untuk mencegah penularan PMK di Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur, Senin (27/6). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYADinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB dan Kementerian Pertanian RI untuk pertama kalinya memberikan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lombok Tengah. Vaksinasi ini dihajatkan guna menekan penyebaran virus PMK pada ternak sapi, kerbau dan kambing di daerah itu.

Kepala Distanak Lombok Tengah, Taufikurrahman Puanote menyatakan, vaksinasi PMK perdana ini dilaksnakan di delapan dusun se-Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur. Dosis yang dialokasi pada program vaksinasi PMK perdana ini sejumlah 600 dosis atau untuk 600 ekor sapi dan atau kerbau dengan dosis 2 ml per ekor dari rencana 1.400 dosis hingga akhir tahap pertama pada 5 Juli mendatang. “Kita dapat 1400 dosis vaksin dan kedatangan vaksin ini dilakukan bertahap, kalau sudah datang maka pasti kita dapat penambahan secara terjadwal. Kita vaksin di wilayah yang belum terpapar, karena kita tidak bisa melakukan vaksin di wilayah yang sudah terkena PMK. Jadi sekarang hanya beberapa desa yang belum terkena saja,” ungkap Taufikurrahma Puanote saat ditemui di Dusun Kelanjuh Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur, Senin (27/6).

Taufikurrahman memaparkan, jumlah ternak yang terpapar PMK sejumlah 15.940 ekor, atau 4,93 persen dari jumlah populasi ternak di Lombok Tengah yang sejumlahnya mencapai 323.232 ekor. Walaupun angka kematian atau potong bersyarat karena wabah PMK di daerah tersebut terbilang sangat kecil, tetapi upaya pengobatan yang dilaksanakan lebih dari sebulan ini telah memberikan hasil. “Hal ini bisa dilihat dari angka kesembuham ternak sembuh mencapai 8.349 ekor atau 52,37 persen dan sisa kasus atau dalam proses kesembuhan mencapai 7.591 ekor atau 47,62 persen,” terangnya.

Baca Juga :  Jombang Belajar Pariwisata ke DPRD Lombok Tengah

Disampaikan juga, Pemkab Lombok Tengah memberikan perhatian serius dalam penanggulanag PMK dengan mengerahkan tenaga medik veteriner sejumlah 18 orang, paramedik 32 orang serta pembantu paramedik lebih dari 63 orang. Sumber daya manusia (SDM) petugas  juga terus menyasar kasus PMK sejak kasus pertama pada 9 Mei yang lalu, dengan melakukan sosialaisasi. “Dengan adanya vaksinasi ini diharapkan dapat menghentikan penyebarn virus PMK di seluruh Lombok Tengah. Vaksinasi perdana ini akan ditindaklanjuti dengan vaksinasi kedua 30 hari pasca vaksinasi pertama dan Booster enam bulan kemudian vaksinasi terakhir,” tambahnya.

Lebih jauh disampaikan, desa yang menjadi prioritas untuk dilakukan vaksinasi ada di Desa Bilelando, Mertak, Bangket Parak dan beberapa desa yang masih belum ada laporan PMK. Karena untuk ternak yang sehat divaksin dan ternak yang sakit diobati. “Tahapan untuk vaksinasi juga panjang, karena tidak bisa kami datang secara tiba-tiba. Harus ada sosialisasi dulu baru dilakukan vaksinasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Akses Ditutup ITDC, Dua Dusun di KEK Mandalika Kembali Terisolir

Para tim memberikan komunikasi informasi edukasi (KIE) kepada para peternak, kemudian petugas juga melakukan pengecekan kepada hewan ternak warga. Baru setelah hewan ternak ini siap untuk divaksin oleh pemda, kemudian melaporkan ke Pemprov NTB untuk disiapkan vaksinnya. “Jumlah hewan ternak kita yang rawan PMK ini 300.000 lebih dan yang sakit 18.000 dan ini untuk empat jenis ternak mulai sapi, kerbau, kambing, domba dan babi,” terangnya.

Jumlah vaksin yang tersedia dirasa memang masih jauh dari kecukupan. Namun untuk memenuhi semua itu oleh Kementan RI juga berencana akan membuat vaksin sendiri pada Agustus mendatang. Di satu sisi, pemda tidak bisa menganggarkan sendiri untuk pembelian vaksin mengingat harus ada regulasi untuk pengadaan vaksin ini. “Vaksin yang kita gunakan ini dari Perancis dan tidak bisa sembarangan kita menggunakan vaksin ini,” tambahnya. (met)