Vaksin untuk NTB Tiba Hari Ini

dr Nurhandini Eka Dewi (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi NTB semakin banyak. Hal itu disebabkan meningkatnya para pelaku perjalanan sejak Desember 2020 lalu.

Adanya vaksin yang mulai akan didatangkan hari ini, diharapkan bisa menjadi awal berakhirnya pandemi. Vaksin Covid-19 mulai didistribusikan di Indonesia sejak hari Minggu (3/1). Untuk Provinsi NTB, vaksin tahap pertama Sinovac asal China itu dipastikan tiba hari ini, Selasa (5/1). “Besok vaksin tiba, kita akan simpan di Dikes dulu. Jumlahnya¬†28.756,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi kepada Radar Lombok, Senin (4/1).

Menurut Eka, vaksin tahap pertama tersebut tidak akan langsung didistribusikan. Namun harus disimpan baik terlebih dahulu. Barulah pada saatnya nanti, vaksin diantar ke seluruh kabupaten/kota, rumah sakit dan puskesmas. Sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat, vaksin tahap tahap pertama untuk tenaga kesehatan (nakes). “Yang datang besok ini untuk nakes. Jumlah nakes yang sudah terdata 25 ribu dari 30 ribu. Nanti data akan kita screning lagi apakah nakes tersebut masuk dalam syarat atau tidak,” terangnya.

Kepada seluruh masyarakat, Eka tetap mengingatkan agar taat dan patuh menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Walaupun ada vaksin, prokes harus tetap dijalankan,” tegas Eka.

Persoalan selama ini, lanjut Eka, banyak masyarakat tidak mematuhi prokes. Akibatnya, kasus Covid-19 terus bertambah. “Prokes tidak dijalankan, iya iya saja kata masyarakat. Tapi diabaikan,” sesalnya.

Tanggal 4 Januari saja, dua orang meninggal dunia akibat Covid-19. Total kasus sudah mencapai angka 5.848 orang. Jumlah kematian semakin banyak mencapai 292 orang. Selain itu, jumlah pasien yang masih dalam perawatan juga saat ini cukup banyak. “Yang masih positif dan dirawat, 766 orang. Padahal bulan lalu hanya 400-an orang,” sebut Eka.

Meskipun begitu, Eka memastikan NTB tidak kekurangan kamar untuk pasien Covid-19. Hanya saja, khusus untuk ruang ICU sudah penuh. “Alhamdulillah masih tersedia ruangan untuk pasien, tapi yang penuh ruang ICU,” katanya.

Meningkatnya kasus Covid-19 di Provinsi NTB, menurut Eka juga terjadi di daerah lain. Namun untuk NTB, penyebab terbesar karena tingginya angka pelaku perjalanan.

Para pelaku perjalanan, kata Eka, dulunya tidak banyak. Hal yang sangat kontras terjadi sebulan terakhir. “Kan biasanya sangat sedikit, tapi belakangan ini banyak sekali pelaku perjalanan. Kalau kluster perkantoran, kan ada sejak lama. Dengan kita lakukan rapid anti gen, diharapkan bisa minimalisir penyebaran Covid-19,” harap Eka. (zwr)