Uswatun Petinju Wanita NTB Cetak Sejarah Indonesia

MEMBANGGAKAN : Inilah petinju wanita NTB, Uswatun Hasanah yang sukses toreh sejarah untuk Indonesia di kancah Asia. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Lagi-lagi atlet NTB jadi perhatian publik, karena prestasinya di bidang olahraga. Kali ini datang dari dunia Tinju Wanita, yakni Uswatun Hasanah. Sejarah itu berhasil dicetak pada pertandingan final Asian Elite Boxing Championship (ASBC) di Dubai, Uni Emirat Arab, pada akhir pekan lalu.

“Alhamdulillah Raihan atlet kita itu jadi sejarah untuk Indonesia. Ini bisa menambah kepercayaan diri Uswatun di SEA Games Vietnam nanti,” kata Ketua Binpres Pertina NTB Jamuhur, Selasa (1/6).

Dikatakannya, Uswatun Hasanah tercatat mencetak sejarah sebagai petinju wanita Indonesia pertama yang mampu menembus final di Kejuaraan Asia 2021. Uswatun berhasil meraih medali Perak kelas 60 kg pada pertandingan final ASBC Asian Elite Boxing Championship di Dubai, Uni Emirat Arab, pada akhir pekan lalu.

Baca Juga :  Gagal Jadi Tuan Rumah PON 2024, Bali-NTB Harus Berlapang Dada

Peraih medali perunggu Asian Games 2018 Jakarta itu hanya kalah dari petinju Kazakhstan Rima Volossenko pada partai final yang digelar di Le Meredien, 30 Mei. Dia kalah Referee Stops Contest (RSC).

“Tetap kita bangga, karena di kelas Asia Uswatun mampu tembus sampai final,” lanjutnya.

Adapun sebelum memijak partai puncak, Uswatun lebih dulu mengalahkan Shoira Zulkaynarova (Tajikistan) di babak semifinal dengan skor 3-2. Meskipun belum berhasil mempersembahkan gelar juara untuk Merah Putih, medali perak Uswatun sangat bersejarah. Uswatun menjadi petinju wanita pertama Indonesia yang mampu menjadi finalis.

Sebelumnya, catatan terbaik petinju wanita Indonesia di Kejuaraan Asia hanya mampu merebut medali perunggu atas nama Rumiris Simarmata (48 kg) dan Veronica Nicolas (50 kg).

Baca Juga :  Sebelum Tampil di Ajang Moto3 Spanyol, Mario Jajal Sirkuit Mandalika

Sedangkan gelar juara terakhir kali diraih petinju putra Hendrik Simangunsong pada Kejuaraan Asia di Bangkok, Thailand, 1992. Saat itu ia mengalahkan petinju Korea Selatan Choi Ki-soo di babak final kelas light midlleweight 71 kg. “Torehan kelas Asia ini sudah lama dinanti rakyat Indonesia. Dan ternyata petinju NTB yang mampu menembusnya,” tambah Jamuhur yang juga Pengurus Binpres PP Pertina ini.

Sementara itu, Pelatih Tinju NTB Indah Dugi Cahyono mengatakan, sosok Uswatun sejak baru gabung di Sasana Notorius KSB memang sudah menjadi harapan. Karena sejak bergabung dia sangat giat dan punya potensi menjadi juara.

“Kami di NTB sangat bangga dengan setiap raihannya,” tutup Dugi. (rie)