Usung Brand Alkhair Mendunia, Fokus Pada Desain

DEDIKASI : Septia Arianty pengusaha mutiara Lombok dengan brand Alkhair. Produknya sudah merambah pasar luar negeri (Ahmad Yani/Radar Lombok)

Ide, inovasi dan kreatifitas bisa muncul dalam berbagai situasi dan kondisi. Berawal dari hoby travelling, Septia Arianty  banyak memperoleh inspirasi yang memadukan dua hal kecintaan dalam hidup  yaitu mutiara dan travelling.

 

 


Ahmad Yani — Mataram


 

Septia Arianty memang lahir dan besar dari keluarga memiliki usaha penjualan mutiara. Awalnya ia  tidak tertarik terjun dengan usaha yang  dilakoni keluarganya sejak 1994, apalagi memiliki usaha yang sama. Ia  lebih memilih berkarir sebagai presenter atau host di salah satu televisi swasta nasional.

Pekerjaan sebagai presenter program travelling membuat ia keliling dari suatu daerah ke daerah lainnya di Indonesia, bahkan dari satu negara ke negara lainnya. Dengan aktivitas tersebut ia banyak memperoleh pengalaman luas dan inspirasi. Tak terkecuali terkait mutiara. Ide, dan gagasan terkait mutiara bermunculan di benaknya.

Ia  kemudian mulai mencoba membuat beberapa desain perhiasan mutiara yang  dikolaborasi dengan assesoris, perintilan maupun perhiasan khas suatu daerah maupun negara lainnya. Ide ini  diperoleh ketika mengunjungi berbagai daerah maupun negara. Alhasil, tak disangka desain mutiara yang dirancangnya itu memperoleh apresiasi sangat tinggi dan  diminati konsumen." Bahkan desainn saya sempat jadi transetter," tuturnya Rabu kemarin (12/10).

Permintaan  perhiasan mutiara  yang  dirancang dan diciptakan dirinya kian banyak dan terus mengalir. Ia pun tak menyia – nyiakan peluang dan kesempatan itu. Dengan modal nekad dan kemauan berbisnis, Septi – panggilan akrabnya, mundur dari pekerjaan sebagai presenter atau host lalu memilih membuka usaha desain mutiara tahun 2014.

Ia pun memilih pulang ke Lombok dan mulai merintis usaha itu. Ia membuat lini usaha pribadi dengan brand yaitu Alkhair by Septia Erianty. Meski disadari, kadang kala dalam melakoni bisnis pasti ada pasang surut. Harus siap dengan berbagai resiko ada. Namun, niat dan tekadnya sudah bulat terjun ke dunia bisnis mutiara. " Kapan lagi saya punya usaha, kalau tidak dimulai dari sekarang," gumamnya kala itu dalam hati.

Dipilihnya desain produk mutiara,  ia bisa mendesain produk sendiri untuk mengangkat potensi kekayaan  Indonesia. Desian perhiasan dari mutiara ini juga tidak hanya monoton dan kuno tapi menjadi sebuah desain yang lebih trendy, uptodate, fashionable dan terjangkau. Ia bisa  mendesain sebuah perhiasan yang berbeda dan tidak pasaran, melainkan dapat menggambarkan kepribadian seseorang ataupun suatu negara yang ikonnya bisa dipadukan dengan mutiara. " Terlebih pulau Lombok memiliki potensi mutiara cukup melimpah," ungkap perempuan berusia 29 tahun itu.

Septi memilih fokus kepada mutiara air laut dan air tawar. Jakarta, dan Surabaya menjadi segmen  pemasaran produk tersebut. Di kedua kota besar di Indonesia peminat mutiara Lombok sangat tinggi. Tak hanya sampai disitu. Ia pun menyasar pasar  Eropa, Amerika, Jepang dan negara lainnnya. Untuk makin memperkenalkan produknya dan memperluas pangsa pasar,  ia banyak mengikuti berbagai pameran baik yang  diselenggarakan di dalam negeri maupun di luar negeri.

Septi banyak menjalin kerjasama dengan hotel dan restoran. Sehingga produk itu bisa dijajakan di lokasi itu. Biasanya  sebelum dipamerkan, dia   melakukan survei terkait tingkat kunjungan di lokasi tersebut dan asal wisatawan. Jadi,  dirinya bisa menentukan produk yang  ditawarkan.

Septi mematok harga produk ditawarkan bervariasi. Itu tergantung dari bahas dasar dan tingkat kerumitan desainnya . Mulai dari harga terendah Rp 50 ribu hingga mencapai jutaan rupiah. " Makin rumit desainnya, makin mahal juga harganya,'' imbuhnya.

Bisnianya diakui Septi, tidak selamanya maju namun ada kalanya surut. Misalnya, produk tidak laku, ditiru dan lainnya. Bila dihadapkan dengan demikian, biasanya ia segera melakukan evaluasi terhadap kondisi pasar dan produk yang ditawarkan tersebut. Dengan  begitu itu, dirinya bisa mengambil langkah selanjutnya. " Prinsipnya jangan berhenti belajar,'' tandasnya.

Sebagai pebisnis dirinya harus selalu memiliki rasa optimisme, rasa percaya diri, serta berpikir positif. Dengan berpikir demikian, dirinya bisa tegar dalam menghadapi pasang surut dalam berbisnis. Misalnya, produk yang  dimiliki sering kali ditiru orang lain, bahkan orang terdekatnya.

Dengan berpikir positif, ia melihat dengan produk ditiru orang  berarti sangat diminati dan dinilai berhasil. Dia mengatakan, dalam berbisnis jangan takut dengan kompetitor atau pesaing. Jadikan mereka sebagai partner. Dengan ada kompetitor atau pesaing, maka seseorang akan selalu berkreasi, berinovasi dan menggunakan segala daya yang dimiliki itu agar bisa bersaing dan menghasilkan produk terbaik. " Jadikan pesaing atau kompetitor itu sebagai motivasi maupun semangat tuk menciptakan atau menghasilkan produk terbaik," pungkasnya.(*)