Ustazah Penjual Obat Kuat Diperkosa Pembeli Seorang Pimpinan TPQ di Sakra 

Ilustrasi pemerkosaan (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG–Seorang oknum pimpinan TPQ di wilayah Sakra, Lombok Timur berinsial MY kini harus berhadapan dengan hukum.

Yang bersangkutan dilaporkan ke pihak kepolisian karena diduga telah menyetubuhi seorang ustazah inisial NA (27) yang merupakan warga Sikur.

Kronologis kejadian bermula ketika pelaku memesan obat kuat ke korban. Seketika korban datang membawa obat yang telah dipesan oleh pimpinan TPQ tersebut.

Di sanalah pelaku muncul niat jahatnya untuk menyetubuhi korban. Pelaku berupaya memaksa korban bersetubuh.

Korban yang tak berdaya sempat berupaya melawan dan meronta. Namun akhirnya berhasil disetubuhi.

“Laporannya memang telah masuk. Kasus dugaan pemerkosaan pengurus TPQ ini saat ini sedang ditangani PPA Polres Lombok Timur,” kata Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Nicolas Oesman

Berdasarkan keterangan para saksi termasuk korban, kejadian berawal ketika pelaku memesan obat kuat ke korban melalui online beberapa hari lalu.

Korban pun akhirnya mengantarkan pesanan tersebut ke lokasi yang dituju. Sesampainya di sana, pelalu sudah menunggu.

Pelaku pun meminta korban untuk masuk ke dalam rumah. Korban yang sama sekali tak mengira niat jahat pelaku ini bergegas masuk ke dalam rumah. Seketika pelaku menarik tangan dan memeluk korban dari belakang .

Korban sempat mengingatkan pelaku untuk tidak melakukan hal seperti itu karena sama-sama sudah punya suami istri. Namun pelaku sama sekali tak mengubrisnya. Bahkan yang bersangkutan semakin beringas meminta korban untuk memenuhi napsu berahinya, hingga kemudian korban tak berdaya.

“Usai melampiaskan nafsu, korban pun akhirnya pulang dengan kondisi menangis. Bahkan korban juga sampai terjatuh dari motor karena trauma berat dengan apa yang dialami,” tutur dia.

Dalam perjalanan pelaku sempat menghubungi korban meminta supaya perbuatannya itu tidak diceritakan ke orang lain.

Pelaku menjanjikan uang ke korban supaya masalah ini diselesaikan secara damai dan tidak perlu diperpanjang.

Pelaku mengaku khilaf, namun  korban menolak keinginan untuk tidak memperpanjang masalah ini. Korban memberitahukan akan melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum.

Tak lama kemudian korban pun  menghubungi suaminya yang bekerja di Malaysia; memberitahukan jika dirinya telah disetubuhi oleh pelaku.

Suami korban marah besar dan disaat itu juga langsung meminta pihak keluarga untuk melaporkan kasus ini ke Kepolisian.

“Kepolisian masih melakukan pendalaman barang bukti dan keterangan para saksi. Terduga pelaku informasinya kabur,” tutup Nicolas. (lie)

Komentar Anda