Ustad Mizan Qudsiyah Mohon Maaf Sedalam-dalamnya

Ustad Mizan Qudsiyah, Lc, MA menyampaikan permohonan maaf dalam videonya yang tersebar, Sabtu (8/1/2022). (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Potongan video ceramah Ustad Mizan Qudsiyah, Lc.,MA yang diduga menghina makam keramat penyebar Islam di Pulau Lombok, begitu viral pada 1 Januari 2022.

Hal itupun lantas memunculkan berbagai protes keras dari masyarakat dengan turun ke jalan meminta agar Ustad Mizan Qudsiyah diproses hukum. Bahkan penyerangan ke Ponpes Assunnah di Bagik Nyaka, Lombok Timur disebut-sebut berkaitan dengan reaksi atas ceramah tersebut. Mengingat Ustad Mizan Qudsiyah adalah salah satu pimpinan di Ponpes itu. Di samping itu, Ustad Mizan Qudsiyah juga dilaporkan oleh berbagai kalangan masyarakat di Polda NTB.

Berkaitan dengan dinamika yang ada, Ustad Mizan Qudsiyah melalui video yang menyebar hari ini (8/1/2022) menyampaikan permohonan maaf. Setelah sebelumnya juga sudah memberikan klarifikasi atas potongan video viral tersebut.

BACA JUGA :  Pengunggah Potongan Video Ceramah Ustad Mizan Siap Terima Risiko

Berikut isi permohonan maaf Ustad Mizan Qudsiyah dalam videonya. “Kepada saudaraku umat Muslim di Pulau Lombok. Para tuan guru, para alim ulama, para tokoh agama, tokoh masyarakat yang saya hormati. Beberapa hari terakhir ini masyarakat dan umat Islam di Pulau Lombok telah terprovokasi oleh penggalan atau potongan ceramah saya yang dipandang menghina atau melecehkan makam-makam keramat di Pulau Lombok seperti Makam Sekarbela, Makam Batulayar, Makam Loang Baloq Makam Tuan Guru Haji Ali Batu.

Melalui kesempatan ini dari hati yang ikhlas saya menyampaikan bahwa saya sama sekali tidak berniat melakukan pelecehan atau penghinaan dan penodaan terhadap makam-makam yang dianggap keramat tersebut dalam potongan ceramah saya. Namun demikian jika penggalan ceramah itu dinilai telah menghina dan melecehkan serta melukai perasaan umat Islam di Pulau Lombok, maka dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya. Permohonan maaf ini saya sampaikan dalam rangka bersama-sama menjaga perdamaian dan kedamaian, serta kondusivitas masyarakat di Pulau Lombok yang kita cintai ini.

BACA JUGA :  Puluhan Ribu Warga Lombok Timur Demo Ustad Mizan Qudsiyah

Saya juga selalu menerima kritik, saran dan nasihat dari para alim ulama di NTB untuk melaksanakan syiar Islam secara teduh dan damai demi terciptanya keamanan dan kenyamanan dan persatuan umat Islam. Demikianlah permohonan maaf saya secara pribadi. Semoga Allah Azza Wa Jalla meridhoi dan melindungi kita semua. Amin Ya Robbal Alamin,” jelasnya. (RL)