Ustad Ahda Turut Kecam Presiden Perancis

Badruttamam Ahda (Istimewa/Radar Lombok)

MATARAM – Calon wakil wali kota Mataram nomor urut 3, Badruttaman Ahda ikut bersuara soal isu dunia yang datang dari negara Perancis. Dia mengecam Presiden Perancis, Emmanuel Macron yang telah memberikan dukungan kepada majalah Charlie Hebdo yang telah menerbitkan karikatur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Ustad Ahda menerangkan, dalam Islam menggambarkan sosok nabi dan rasul itu dikhawatirkan memunculkan pengultusan atau pemujaan yang kurang tepat terhadap nabi dan rasul. Bukan hanya Nabi Muhammad SAW, tapi keseluruhannya. Termasuk visual yang dibuat justru dikhawatirkan melenceng dari figur Rasulullah SAW yang sebenarnya, sehingga jatuhnya bisa menjadi tindakan merendahkan. “Itu yang berusaha kita hindari,” ujar pemuda lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir tersebut.

Untuk itu, kegemparan yang disebabkan dukungan Presiden Perancis yang mendukung penggambaran karikatur Nabi Muhammad ditekankan sebagai sesuatu yang tidak etis. “Ini bukan masalah kebebasan berekspresi, tapi masalah bagaimana menghargai ajaran dalam agama lain. Dalam hal ini bagaimana dunia barat harus menghargai ajaran dalam agama Islam sebagaimana Islam menghargai hubungan antarsesama manusia, siapapun itu,” tegasnya.

Menurut Ahda, Nabi Muhammad adalah sosok nabi dan rasul yang sangat dihormati, dimuliakan dan dicintai oleh umat Islam di seluruh dunia. “Beliau adalah junjungan yang kita harapkan syafaatnya di hari kiamat nanti,” jelasnya.

Dengan begitu, jika ada pihak-pihak yang melakukan penghinaan terhadap sang junjungan Nabi Muhammad SAW, maka penolakan pantas dilontarkan. “Charlie Hebdo yang menggambarkan sosok nabi saja sudah termasuk tindakan tidak pantas dan tidak senonoh. Ketika hal ini mendapat dukungan dari negara Perancis, hal ini justru mencoreng nama baik Presiden Macron itu sendiri,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Ahda menekankan umat Islam harus terus berjuang membela kehormatan Nabi Muhammad SAW. “Kita tentu saja harus memberikan sikap atas peristiwa ini. Kita akan berjuang dengan hati yang tenang dan kebaikan-kebaikan untuk membela Rasullullah SAW. Tujuan kita adalah perdamaian,” pungkasnya. (adv)