USBN SMK Disinyalir Ada Kecurangan Oknum Guru

Ilustrasi Ujian Nasional

MATARAM—Belum lama ini beredar isu temuan adanya kecurangan yang dilakukan oknum guru di NTB, tepatnya di Kabupaten Lombok Timur. Kecurangan itru kabarnya terjadi saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMK.

“Memang sempat kita dengar isu itu, tapi kami belum menemukan kepastiannya makanya kami sedang telusuri,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebuyaan (Dikbud) NTB, H. Muh. Suruji, Senin (10/4).

Isu temuan adanya kecurangan yang beredar belum lama ini, jelasnya, membuat pihaknya kaget. Ini mengingat prosedur pelaksanaan UN disebutnya berlangsung sesuai dengan batasan yang telah ditentukan.

[postingan number=3 tag=”un”]

Suruji pun menegaskan, kemungkinan isu tersebut mengada-ada. Kebenaran dari kabar itu sulit dipertanggungjawabkan. Alih-alih percaya dengan isu itu, Suruji malah menuding ada pihak-pihak yang ingin numpang tenar denganmemunculkan isu tersebut.

Namun demikian, pihaknya mengaku tetap akan bertanggung jawab dengan cara tetap akan mencari dan menelusuri kebenarannya. Bahkan, sejak beredarnya isu tersebut, pihaknya langsung mencari keabsahan dan mengumpulkan data data terkait temuan itu.

Pihaknya mengaku sedang gencar mencari sumber berita yang menyebarkan isu tersebut. Kejadian ini pun pihaknya belum mengetahui pasti, apakah pada UN yang menggunakan UNBK dan UNKP. Jika untuk UNBK, menurutnya sangat kecil kemungkinannya terjadi kecurangan. Begitu juga dengan UNKP, potensi kecurangan disebutnya sangat minim terjadi.

Andai kabar itu benar-benar terjadi, terangnya, dipastikan oknum guru yang membuat kecurangan akan mendapat sanksi berat. Pihaknya memastikan akan tetap menindak guru bersangkutan.

Terpisah, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, H. Muh. Irfan mengatakan hal sama, isu adanya kecurangan tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. Karena sejauh ini pihaknya juga terlibat sebagai tim pemantau dan pengawas dalam keberlangsungan UN SMK yang berlangsung empat hari minggu lalu. Namun tidak ada sedikit pun kecurigaan yang ditemukan pihaknya.

Praktis, pihaknya selaku penjamin mutu berasumsi, bahwa isu itu masih belum bisa dipercaya keberadaannya. Meskipun berita yang beredar isinya disandingkan dengan komentar Kemendikbud. Kondisi ini, pihaknya juga masih sama-sama menelusuri untuk mencari kebenarannya.

“Kita tetap koordinasi dengan pihak Dikbud untuk mencari keabsahaan isu yang masih belum jelas ini,” tutupnya. (cr-rie)