USBN di SMAN 2 Mataram Berjalan Lancar

USBN di SMAN 2 Mataram
USBN LANCAR: Kegiatan USBN yang berlangsung di SMAN 2 Mataram hingga hari kedua, Selasa kemarin (20/3), masih tetap berjalan lancar tanpa kendala. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Meski jumlah Mata Pelajaran (Mapel) bertambah, kegiatan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang dijalankan SMAN 2 Mataram tetap berjalan lancar. Bahkan siswa yang menjalankannya dinilai cukup menikmati.

Kepala SMAN 2 Mataram, Drs. Sahnan, M.Pd mengatakan, pada dasarnya tidak ada yang berbeda pada pelaksanaan USBN tahun ini. Meski kenyataannya ada penambahan Jumlah Mapel dalam USBN.

Penambahan jumlah Mapel ini disebutnya sudah biasa dijalankan siswa. Pasalnya, ketika siswa Semesteran semua Mapel di kerjakan. Sehingga tidak ada yang membuat pelaksanaannya terkendala. “Mapel USBN memang bertambah, tapi tidak menyulitkan siswa kok,” katanya Selasa (20/3).

Bahkan pada kondisi ini lanjutnya, sebanyak 12 Mapel yang diwajibkan Nasional. Pihaknya justru menambah 2 Mapel Muatan Lokal yang di masukkan sebagai jadwal USBN nya. Sehingga jumlah Mapel keselurehannya berjumlah 14 Mapel. Siswa kelas XII yang banyaknya sekitar 645 orang tersebut akan menjalankan USBN selama 7 hari kedepan. Tidak adanya kendala dalam proses USBN, disebutnya karena siswa sudah dibiasakan jauh sebelumnya melaksanakan berbagai tugas.

Akibatnya, para siswa yang menjalankan kewajibannya tidak ada satu pun yang mengeluh ataupun absen pada prosesnya. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.30 sampai 12.00 tersebut berlangsung tentram.

Sistem pengawasan dilakukan dengan cara silang, pengawas atau guru dari luar yang menjaga proses USBN tersebut. Dengan demikian, integritas serta tingkat kejujuran prosesnya telah dijamin. “Hasil akhir pada USBN ini kita pastikan transfaran, karena pengawasnya dari luar,” tambahnya.

Sementara Ketua Panitia USBN SMAN 2 Mataram, Gunawan mengungkapkan, sebelum siswa menjalankan kegiatan USBN ini, pihaknya mengaku memberikan siswa persiapan dan pemantapan selama 3 bulan setiap sore.

Bahkan pengawalan pembelajaran yang dilakukan dari pihak sekolah sangat epektif dan kondusif. Sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam prosesnya. “Jauh sebelumnya kita sudah mantapkan semua siswa, makanya wajar jika sampai hari tidak ada masalah kita,” tutupnya. (rie)