Usai Lebaran Pasar Rensing Dibangun

Usai Lebaran Pasar Rensing Dibangun
KUMUH: Pasar Rensing, Kecamatan Sakra Barat, yang akan dibangun kembali oleh pemerintah daerah Lotim selesai lebaran nanti, karena selain sempit, juga sangat kumuh. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Pembangunan Pasar Umum Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), akan segera dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lotim. Bahkan tahapan yang sedang dilakukan pemerintah saat ini yaitu fokus pada tahap relokasi pedagang.

“Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati, Pasar Rensing akan di bangun oleh pemerintah daerah setelah lebaran mendatang, Hanya saja masih mencari dimana para pedagang akan dipindahkan untuk sementara,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim, kepada Radar Lombok, Senin (29/5).

Dijelaskan, setelah melalui proses sosialisasi beberapa waktu lalu bersama para pedagang dengan pihak Dinas Perdagangan dan dinas terkait. Pembangunan Pasar Rensing penting dilakukan, mengingat kondisinya yang sangat kumuh, dan para pedagang meminta agar dipindahkan setelah selesai lebaran nanti. Hal ini agar tidak mengganggu aktifitas para pedagang di bulan Ramadan.

Hanya saja, yang kini menjadi kendala pemindahan para pedagang ke lokasi relokasi, yakni soal biaya sewa yang diminta oleh pemilik tanah. Dimana pemilik tanah meminta harga sewa terlalu tinggi, Rp 12 juta perbulan.

“Kalau harga sewa dianggap layak, dan pemerintah mempunyai anggaran untuk itu. Maka pemerintah akan menggunakan tanah yang berada didekat Pasar Rensing tersebut. Namun jika tidak, pemerintah akan menggunakan lapangan yang ada di Sakra Barat,” jelasnya.

Hanya saja, yang jadi pertimbangan saat ini termasuk hasil komunikasi dengan pedagang, mereka meminta kepada pemerintah agar pemindahan sementara dilakukan di tempat yang dekat dengan lokasi pasar lama, untuk mempermudah para pembeli.

“Pada prinsipnya, masyarakat rata-rata menyambut positif, dan mendukung kebijakan pemerintah terkait pembangunan Pasar Rensing itu. Namun saat ini kita hanya kebingungan untuk memindahkan pedagang saja,” ujarnya.

Apalagi kalau dilihat dari pasar-pasar lain yang ada di wilayah selatan Lotim, hanya Pasar Rensing saja yang hingga kini belum dilakukan perbaikan oleh pemerintah daerah. Sehingga pihaknya berharap kepada masyarakat terkait, untuk mempermudah dalam proses pemindahan pedagang, dengan memberikan sewa yang sesuai keadaan.

“Pembangunan ini juga sangat diharapkan oleh masyarakat sana, termasuk pemerintah desa dan unsur lainnya. Makanya selesai lebaran kita sudah pindahkan,” tegasnya.

Sementara salah satu pembeli asal Bagek Nyale, Inaq Rina mengatakan pihaknya sangat mendukung rencana pemerintah untuk membangun pasar yang sudah sangat kumuh ini.

Menurutnya, dengan pembangunan pasar akan dapat memperlancar proses jual beli di Pasar Rensing. “Seperti saat ini, masyarakat yang jual beli di pasar masih kelihatan sangat sempit. Apalagi pada hari Kamis, ketika pasaran, selain sempit, pasar ini juga bertambah kumuh. Jadi saya rasa pemerintah harus lebih cepat membangun,” pintanya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid