Usai Antar Bata, Camat Sukamulia Jatuh Bersama Truknya

LOTIM—Camat Sukamulia, M Rusno, mengalami kecelakaan LALU LINTAS (Lakalantas) saat menyopiri dum truk miliknya pada Minggu malam (15/5) kemarin, sekitar pukul 18.30 Wita di jembatan kali Ketemuk, Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur.

Kronologisnya, mesin dum truk yang disopiri Camat ini tiba-tiba mati ditengah tanjakan, setelah melintasi jembatan kali tersebut. Lantaran tanjakan curam, dum truk yang mati mesinnya itu tak ayal langsung jalan mundur, dan terjun bebas ke kali dengan kedalaman sekitar 10 meter tersebut. Akibatnya, Camat dan dua penumpangnya mengalami luka yang cukup serius akibat kecelakaan ini.

Sebelumnya, Camat bersama sembilan orang yang terdiri dari Kenek dan buruh mengantar batu bata pesanan ke Dusun Otak Bangket, Desa Tete Batu Selatan. Saat pergi mengantar muatan bata, truk itu dikemudiakan oleh sopir yang biasa membawa kendaraan ini setiap hari, dengan penumpang buruh dan juga sang Camat. Namun saat pulang, Camat berinisiatif mengambil kemudi dan menyopiri sendiri kendaraanya.

Namun ketika pulang melintasi daerah Kotaraja, dan berada ditanjakan dekat Kali Ketemuk, perbatasan Dusun Otak Bangket dengan Dusun Lekong Pituk, tiba-tiba mesin dum truk mati, persis ditengah-tengah tanjakan, setelah melintasi jembatan. Sang sopir asli bersama enam buruh atau penumpang turun dari kendaraan, dan berusaha memasang batu untuk mengganjal roda truk.

Hanya saja, karena tanjakan jalan tanah ini cukup curam, ganjal yang dipasang sang sopir asli rupanya tidak  mampu menahan kendaraan. Terlebih jalan tersebut sorenya disiram hujan, sehingga licin. Akibatnya, truk melorot dan jatuh ke dasar kali sedalam 10 meter dengan posisi roda di atas. Sementara Camat bersama dua penumpangnya di dalam truk terperangkap, dan sekitar dua jam kemudian baru bisa dikeluarkan oleh warga setempat. “Suara jatuhnya sangat keras, sehingga kemudian warga berhamburan ke TKP,” kata salah satu Warga Lekong Pituk, Zain.

Warga pun berusaha mengeluarkan ketiga penumpang, dengan memecah kaca depan mobil, dan berusaha membuka pintu mobil. Meski tidak ada korban jiwa, namun ketiga penumpang dikatakan mengalami luka parah, hingga kemudian dibawa ke RSU Selong.

“Disini disebut jurang maut (tanjakan maut, red) karena setiap tahun selalu saja ada korban akibat jalannya yang rusak parah,” kata Kades Tete Batu Selatan, Gunanto.

Sudah berulang kali dijanjikan untuk diperbaiki. Namun sampai saat ini tidak pernah terealisir. “Mungkin menunggu korban lebih banyak lagi baru akan diperbaiki,” kata Kades kesal. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid