Upaya Warga Jadikan Kampung Bugis sebagai Kampung Wisata

Rumah Dicat, Jadi Destinasi Kuliner

Kampung Bugis
KAMPUNG WISATA : Warga Kampung Bugis mengecat sendiri rumah mereka menuju kampung nelayan wisata. (IST/RADAR LOMBOK)

Kampung Bugis adalah salah satu kampung yang memiliki potensi kuliner laut yang cocok untuk dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata kuliner. Atas dasar kebersamaan, terbentuklah Kelompok Nelayan Sadar Wisata (KNSW) Lingkungan.


ZULFAHMI-MATARAM


Setiap cuaca tidak menentu seperti saat ini, nelayan Kampung Bugis Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan tidak bisa melaut. Cuaca juga menyebabkan air pasang. Itu berarti tidak ada tempat mereka menyandarkan perahu mereka. Mereka pun pindah ke wilayah Meninting Lombok Barat.

Kini warga setempat tengah berusa menyulap kamping ini menjadi kampung wisata nelayan.

Usaha menjadikannya kampung wisata sudah dimulai dengan program penataan kawasan perkampungan dengan melakukan pengecatan. KNSW memfasilitasi cat serta kebutuhan lainnya agar kampung semakin cantik.” Hari ini kita sudah mulai gerakan bersama untuk penataan kawasan tempat tinggal masyarakat,” kata Ketua KNSW Pramiga Aditya kemarin.

Dijelaskan, program ini titik awal dari sebuah kesepakatan bersama dalam rangka memberdayakan potensi warga setempat.” Kita ingin mereka punya penghasilan lain yang bisa diandalkan selain menangkap ikan di laut,” ungkapnya.

Dukungan yang baik secara bersama sama oleh semua unsur adalah bukti bahwa Lombok memiliki potensi wisata pesisir yang perlu dieksplor dan diberdayakan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat nelayan soal pentingnya kebersihan bagi sektor wisata.

Dalam aksi bersama kemarin, semua warga terlibat. Mereka terjun sendiri melakukan penataan tempat tinggal mereka masing-masing. Menurut mereka, ada pontensi yang bisa dieksplorasi di kawasan ini sehingga menjadi sebuah destinasi wisata buatan yang bisa diandalkan.” Wisatawan bisa keliling dikawasan pantai menggunakan perahu nelayan,” ujarnya.

Selain itu potensi yang lain adalah keberadaan ikan segar hasil tangkapan nelayan. Dimana para istri nelayan bisa memanfaatkan rumah mereka yang sudah bersih sebagai tampat makan pengunjung.” Mereka bisa datang dan menikmati ikan segar hasil tangkapan nelayan,” tambah Aditya.

Ia mengakui untuk bisa mendatangkan pengunjung tentu butuh waktu. Untuk memulainya pihaknya akan melakukan berbagai kegiatan lomba yang melibatkan semua masyarakat misalnya mengadakan lomba kebersihan tingkat RT dan berbagai lomba lainnya. Karena bagi mereka kunci utama pariwisata adalah kebersihan.(*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut