Upaya Penggulingan Willgo Gagal

MASIH JADI KETUA: Willgo Zainar sampai saat ini masih menjabat Ketua DPD Partai Gerindra NTB. Nampak Willgo (pegang mic) saat menghadiri sebuah acara di Narmada, Lombok Barat belum lama ini (Dok/Radar Lombok)

MATARAM – Upaya  penggulingan   Willgo Zainar dari jabatannya sebagai  Ketua DPD Partai Gerindra NTB,  oleh sejumlah pihak yang tidak puas dengan kepemimpinannya, telah gagal.

Hal itu dipastikan setelah  Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Gerindra, kepengurusan DPD Gerindra NTB tidak diganti. Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Gerindra NTB, Lalu Pathul Bahri menyampaikan, DPP Partai Gerindra masih tetap dipercayakan kepada Willgo. Dari 8 DPD yang sempat diwacanakan diganti, hanya NTB yang tidak terkena. “DPP tetap berikan mandat ke Pak Willgo, makanya segera kita rapatkan barisan perkuat internal partai yang sempat terbelah,” terangnya kepada Radar Lombok via telepon, Senin kemarin (17/4).

Pathul  memastikan DPD Partai Gerindra NTB tidak akan melakukan perombakan. Sebaliknya, langkah yang akan ditempuh yaitu melakukan konsolidasi kembali untuk memperkuat dan merapikan barisan.

Langkah utama yang segera akan dilakukan yaitu mengumpulkan semua pengurus partai. Upaya merapikan internal harus dilakukan setelah cukup lama adanya upaya penggulingan ketua DPD Gerindra saat ini. “Kita akan rakor kumpulkan semua pengurus, bagi kami tidak ada yang berkhianat kok,” kata Wakil Bupati Lombok Tengah ini.

Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, H Sarifuddin menambahkan, pihaknya akan membicarakan secara internal terkait adanya perbedaan persepsi dalam menyambut pilkada NTB.  Terhadap kehadiran sejumlah  anggota fraksi Partai Gerindra DPRD NTB dan tujuh Ketua DPC yang hadir di acara penyerahan surat rekomendasi Partai Gerindra ke Ahyar Abduh beberapa waktu lalu, akan disikapi. “Kita akan rapatkan terlebih dahulu, apakah kehadiran mereka itu ada unsur kesengajaan atau memang benar-benar tidak tahu. Yang jelas akan adan reward dan punishmant-lah. Karena itu oknum,” tegas Sarifuddin.

Dalam kesempatan tersebut, Sarifuddin meminta kepada pengurus DPC yang akan ikut menggelar pilkada serentak 2018, untuk melaksanakan penjaringan bakal calon bupati/wali kota, yang akan mulai dilaksanakan selesai pilkada DKI Jakarta. Misalnya DPC Lombok Timur, Lombok Barat dan juga Wali Kota Bima.

Menurut politisi yang Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) ini, keputusan DPP Gerindra yang tetap mempercayakan Willgo patut disyukuri. Itu artinya, DPP masih percaya dan tidak ingin melihat DPD NTB terlalu lama larut dalam perpecahan. Mengingat partai memiliki agenda yang cukup padat dalam waktu dekat. Salah satunya yang prioritas yaitu menyiapkan verifikasi partai untuk mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Oleh karena itu, pihaknya akan fokus melakukan konsolidasi internal. Hal itu sangat penting agar bisa menggerakkan mesin partai secara maksimal. “Semua DPC harus segera mempersiapkan verifikasi partai dan mendirikan kantor. Kita sambut Pemilu dengan baik dan semangat kemenangan,” ujarnya.

Wakil Ketua DPD Gerindra NTB, Mori Hanafi berharap, pasca adanya keputusan DPP, kepengurusan DPD Gerindra NTB tidak ada lagi konflik internal. Semua kader partai harus berada dalam semangat rekonsiliasi. “Maka dari itu diharapkan pada semua kader, jangan bermanuver lagi. Kita fokus saja tata pileg sesuai amanah DPP,” harapnya.

Terkait dengan pemberian rekomendasi dukungan DPP Partai Gerindra pada Ahyar Abduh, Mori menilai itu dua hal yang berbeda. Apabila Ahyar ingin mendapatkan dukungan dari Partai Gerindra, maka Ahyar harus mendaftar dan mengikuti mekanisme partai. “Kita akan lakukan penjaringan sesuai aturan main partai. Maka semua bakal calon harus mendaftar, kalau memang Ahyar yang terbaik, tentu akan didukung oleh Gerindra. Tetapi lewat mekanisme partai,” kata Mori.

Sementara itu, Ketua DPC Lombok Timur, Syawaluddin yang dimintai tanggapannya tetap yakin Willgo Zainar akan digantikan. Namun saat ini DPP masih melakukan verifikasi calon pengganti Willgo. Adanya calon pengganti tersebut, tinggal menunggu waktu saja oleh DPP.

Pernyataan Syawaludin, menunjukkan internal Gerindra masih bergejolak. Apalagi selama ini, Syawaludin merupakan orang yang getol ingin gulingkan Wilgo. “Lihat saja nanti, pasti akan diganti kok. Cuma sekarang masih verifikasi saja,” katanya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid