Upaya Bacabup Dari PKS, Abdul Hadi Memajukan Pertanian Lotim

Upaya Bacabup Dari PKS, Abdul Hadi Memajukan Pertanian Lotim
H. Abdul Hadi, SE. MM (JALAL/RADAR LOMBOK)

Menganut prinsip, sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain, maka kemudian dibentuklah “Sekolah Tani” yang diharapkan akan dapat memberikan manfaat bagi para petani di Lombok Timur (Lotim).


JALALUDIN – LOTIM


SEBAGIAN besar penduduk Lotim adalah petani. Maka jika ingin memajukan masyarakatnya, tentu harus menggarap sektor ini dengan serius, dan memberikan pendidikan atau pelatihan bagi para petani, mengajarkan teknik perawatan tanaman, teknik pengobatan dan pemupukan, hingga proses panen sampai dengan penanganan paska panen.

Memajukan pertanian dan petani itu sendiri, tentu tidak cukup dengan hanya menyediakan bibit unggul yang baik, obat-obatan, serta pupuk yang cukup saja. Sementara petani tidak tahu teknik menanam, merawat dan mengolah hasil pertanian mereka. Sehingga tak jarang hasil panen petani melimpah, namun justeru kesengsaraanlah yang mereka dapatkan, lantaran harga hasil pertanian mereka yang anjlok, hingga tak mampu mengembalikan biaya yang telah mereka keluarkan.

[postingan number=3 tag=”features”]

Seharusnya menjadi tugas pemerintah untuk mencarikan mereka solusi terbaik, sehingga dengan profesinya, petani akan mampu meningkatkan kesejahteraannya. “Petani bagi saya adalah ujung tombak utama. Kalau petani kaya, maka dipastikan orang Indonesia akan kaya dan sejahtera,” kata Bakal Calon Bupati Lotim dari PKS, H. Abdul Hadi, SE. MM, Kamis  kemarin (23/3).

Memilih petani dan sektor pertanian untuk menjadi prioritas tidaklah salah. Pasalnya, sektor pertanian tetap menjadi andalan, lantaran sekitar 80 persen penduduk daerah ini berprofesi sebagai petani. Sehingga petani itu harus dilindungi, dibimbing dan dibina, agar mampu menjadi petani yang baik, petani yang paham akan ilmu pengetahuan dan kemajuan dibidangnya. Tidak menjadi petani tradisional yang tetap miskin, meski hasil panennya melimpah.

Selaku Bakal Calon (Balon) Bupati Lotim yang lahir dari PKS, dia tidak hanya peduli tentang bagaimana memajukan dakwah, tetapi juga peduli tentang bidang lainnya seperti pemerintahan, perikanan, peternakan, pemerintahan, dan pendidikan, terlebih pertanian. “Karena itu, kita membentuk “Sekolah Tani” yang tujuannya adalah sebagai upaya memajukan petani dan bidang pertanian. Sehingga kelak mampu menyokong pembangunan lainnya bagi kemajukan daerah,” paparnya.

Sekolah Tani ini merupakan sekolah informal, yang pelaksanaan programnya dilakukan pada berbagai tempat, rumah-rumah, di tengah sawah, ladang maupun kebun dan sebagainya.

Program Sekolah Tani ini bertujuan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan petani tentang ilmu bertani, sehingga akan berdampak pada peningkatan hasil panen, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memajukan kabupaten Lombok Timur nantinya. Dimana dengan Sekolah Tani yang dikelola oleh para pakar dibidang pertanian, akan mengajarkan dan melatih petani tentang berbagai hal di bidang pertanian.

Para pengajar atau pembina, serta pendamping nantinya akan melatih bagaimana petani mengolah tanah dengan baik, kemudian memilih bibit, menanam, merawat, memanen hingga penanganan paska panen. Dalam hal menanam benih jagung misalnya, tradisi masyarakat adalah menanam benih dalam satu lubang tiga hingga lima biji.

Bahwa petani tidak sadar, kalau itu adalah pemborosan. Yang seharusnya dalam satu lubang cukup satu biji. Tentu hasil satu batang dalam satu lubang dengan banyak batang akan memerlukan nutrisi yang berbeda, serta hasil yang berbeda pula. Masyarakat tentu berfikir, dengan lebih banyak pohon akan menghasilkan buah yang banyak, ternyata keliru. Demikian juga dengan jarak tanam, serta pemilihan benih yang baik, semuanya akan diajarkan oleh pendamping nantinya.

Tidak cukup dengan memberikan bimbingan teknis tentang bagaimana bertani, sehingga dapat mendapatkan hasil yang melimpah. Namun ia juga memikirkan bagaimana dapat membantu para petani agar dapat menjual hasil panennya dengan harga yang pantas. “Sebagai wujud perhatian kita pada petani tomat khususnya, karena harga tomat anjlok, maka kami membeli hasil panen petani tomat,” jelas Ketua DPW PKS NTB asal Masbagik, Lombok Timur ini.

Kedepan, jika dirinya diridhoi Allah SWT untuk memimpin Lotim, akan berjuang bagi para petani di daerah ini, sehingga petani tidak lagi terpuruk kondisinya seperti saat ini. Tentu bukan hanya sektor pertanian saja yang akan diperhatikan atau tingkatkan, sektor-sektor lainya seperti bidang usaha, pemerintahan, pembangunan berbagai sektor lainnya, hingga peningkatan skill (SDM), peningkatan kapasitas perempuan, semuanya tentu akan mendapatkan perhatian.

Sesuai dengan prinsip di atas, bahwa ilmu dan pengalamannya dipergunakan untuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Lotim, guna  kemajuan daerah dan masyarakat Lombok Timur yang menjadi tempat kelahirannya. (*/ADV)