Unram Tawarkan Tes Ulang

Atas tawaran jalan tengah yang disuguhkan Unram tersebut, sejumlah wali calon mahasiswa lebih banyak tidak sepakat dengan tawaran tersebut. Lantaran, jumlah kuota yang ditawarkan di masing-masing prodi sangat sedikit. Salah satunya di Pendidikan Kedokteran, jumlahnya kuota yang disiapkan hanay 5 kursi saja. Sementara yang bermasalah atau dianulir kelulusannya pada pengumuman pertama itu sebanyak 19 orang. Kalaupun misalnya tawaran Unram itu diterima, sama saja akan terjadi perang dengan sesama orang tua yang kecewa. “Untuk apa kita terima tawaran Unram itu, karena jumlah kuota yang ditambah sangat sedikit,” terang Rubiyono, salah satu wali calon mahasiswa yang dianulir kelulusannya.

BACA JUGA: Skandal Mahasiswa Titipan Unram Tak Terelakkan

Atas pertimbangan tersebut, pensiunan PNS ini bersama dengan puluhan wali yang tergabung dalam Forum Wali 24 Juli mengaku bersepakat untuk menolak tawaran pihak Unram mengikuti tes seleksi mandiri ulang. Bahkan, Rubiyono mengaku tetap bersikukuh atas kesepakatan Forum Wali 24 Juli, bahwa pengumuman tanggal 24 Juli itulah yang sah dan harus disahkan, bukan 25 Juli.

Ia menambahkan, tawaran yang diberikan Unram bukanlah solusi. Karena orang tua yang kecewa, jumlahnya sangat banyak, sementara tambahan kuota tidak sampai angka 10 kursi. “Pokoknya kita tetap pertahankan pengumuman 24 Juli itu, kita tidak mau tahu, dari pada anak kami jadi korban,” kesalnya.

Terpisah, Ketua Ombudsman RI Perwakilan NTB, Adhar Hakim mengatakan, kisruh yang terjadi di Unram beberapa hari ini tetap akan dipantau dan didalami. Menjadi fokus perhatian Ombudsman NTB adalah mengenai hasil ketetapan Rektor Unram pada pengumuman jalur mandiri, kemudian adanya indikasi potensi maladministrasi tim IT. ‘’Hasil laporan akhir yang kita susun sementara ini belum tuntas. Jadi belum bisa di publis, karena kita juga masih koordinasi dengan pihak Unram,” kata Adhar.

BACA JUGA :  FK Unram Kembali Gunakan Tiga Jalur Seleksi