Unram Akan Terima 5.780 Calon Mahasiswa Baru

IST/ RADAR LOMBOK VRITUAL : Unram menggelar sosialisasi pelaksanaan SNMPTN secara virtual.

MATARAM – Universitas Mataram (Unram)  menggelar sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ujian Tertulis Berbasis KomputerSeleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) dan Jalur Mandiri Tahun 2021 secara virtual melalui Zoom dan live streaming kanal Youtube Unram.

Rektor Unram Prof H Lalu Husni mengatakan SNMPTN/SBMPTN telah diluncurkan oleh LTMPT sejak 4 Januari 2021 lalu. Prof Husni juga menyampaikan beberapa kebijakan SNMPTN dan UTBK-SBMPTN tahun 2021, diantaranya adalah kuota penerimaan mahasiswa baru SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN minimal 40 persen, dan Seleksi Mandiri maksimal 30 persen.

Khususnya Unram mengambil komposisi SNMPTN 20 persen, SBMPTN 50 persen dan Seleksi Mandiri 30 persen dengan total mahasiswa baru dari 3 jalur tersebut sekitar 5.780 orang,” sebut Prof Husni.

Dikatakan Prof Husni, dari jalur SNMPTN, satuan pendidikan diberikan kewenangan untuk merekomandasikan siswanya masuk melalui jalur tersebut. Mereka bisa mendaftar 15 – 24 Februari 2021. UTBK SBMPTN direncanakan April yang diawali dengan sistem SBMPTN pada 7 Februari – 14 Maret 2021. Menjadi catatan khusus siswa yang sudah lulus SNMPTN akan ditolak oleh sistem untuk mengikuti UTBK SBMPTN. Bagi siswa yang kurang mampu secara ekonomi dan penyandang disabilitas, pemerintah sudah menyiapkan beasiswa melalui Kartu Indoensia Pintar (KIP) dalam bentuk pembebasan biaya kuliah dan bantuan biaya hidup bulanan.

“Saya minta untuk memanfaatkan kesempatan yang baik ini,” pintanya.

Untuk diketahui, rangking lima besar keketatan program studi (prodi) di Unram jalur SNMPTN, yaitu Teknik Informatika, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Dokter, Farmasi dan Arsitektur.

Sementara itu, Kepala Biro Akademik, Kerja sama dan Perencanaan (BAKP) Unram Ruspan memaparkan saat ini Unram memiliki 9 fakultas dengan 63 prodi Strata-1 (S1), 4 program Diploma (DIII), dan 2 program vokasi. Unram juga didukung oleh 1.183 tenaga dosen.

“Tenaga pendidik ada 1.183 orang, 288 orang, diantaranya adalah asisten ahli, 471 lektor, 293 lektor kepala dan 63 sebagai professor atau guru besar,” sebutnya.

Sebelumnya, Wakil Rektor I Dr Agusdin menyampaikan mekanisme dan waktu pelaksanaan tes. Pada jalur SNMPTN, Agusdin menjelaskan bahwa sekolah diberi kewenangan oleh LTMPT untuk menentukan siswa yang direkomendasikan untuk mengikuti SNMPTN dan siswa tersebut mulai boleh mendaftar dan memilih PTN pada 15 – 24 Februari 2021.

“Pengumuman hasil SNMPTN dijadwalkan pada 22 Maret 2021,” sebutnya.

Agusdin melanjutkan UTBK-SBMPTN akan dilaksanakan pada bulan April yang diawali dengan siswa membuat akun SBMPTN 7 Februari – 14 Maret 2021. UTBK akan dilaksanakan selama 14 hari terdiri dari kelompok ujian sains dan teknologi (Saintek), Sosial dan Humaniora (Soshum), dan Campuran. Dengan 2 jenis tes, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Saintek/Soshum.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya 1 jenis tes yaitu TPS saja karena mempertimbangkan tingginya situasi wabah Covid-19,” terangnya.

Ia menekankan bagi siswa yang telah lulus SNMPTN pada tahun 2021, 2020 dan 2019 akan ditolak secara sistem untuk mengikuti UTBK- SBMPTN. Sementara itu bagi siswa yang kurang mampu secara ekonomi, namun berprestasi akademik dan penyandang disabilitas, pemerintah telah menyiapkan beasiswa melalui KIP Kuliah.

KIP Kuliah akan diberikan dalam bentuk pemberian bantuan pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi selama delapan semester atau 4 tahun, dan bantuan biaya hidup bulanan sebesar Rp 700 ribu.

Insyaallah seleksi jalur Mandiri akan dilaksanakan bulan Juni,” tutupnya. (adi)