Universitas Bumigora Siap Bangun Kampus di Medana

Heriyanto (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Universitas Bumigora Mataram berencana membangun kampus di Desa Medana, Kecamatan Tanjung.

Rektor Universitas Bumigora Athony Anggrawan mengungkapkan, pihaknya berkeinginan terlibat membantu KLU lepas dari status daerah tertinggal. Awalnya akan membuka kampus di Lombok Barat, tetapi urung dilaksanakan, dan akan beralih ke KLU. Pihaknya sudah menyediakan lahan 1,2 hektare di Desa Medana, Kecamatan Tanjung. “Tujuan baik kami semoga diterima oleh kepala daerah dan masyarakat KLU,” ungkapnya, usai menggelar pertemuan di Aula Setda Bupati, Selasa (23/2) kemarin.

Menurutnya, berdirinya kampus di KLU, dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Jika mendapatkan SDM baik maka ketika melamar pekerjaan di manapun cepat diterima. Menurutnya, SDM di KLU harus terus ditingkatkan seiring perkembangan daerahnya. Oleh karena itu, jika direstui maka pihaknya menargetkan tahun depan sudah bisa terealisasi. “Kalau target kami tahun depan sudah bisa terealisasi, karena itu kami menunggu persetujuan Bupati, baru kemudin mengurus persyaratan lainnya,” harapnya.

Seperti diketahui, sesuai Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024, KLU masih berstatus sebagai daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Untuk itu, butuh sinergitas lintas sektoral untuk keluar dari status tersebut. “Pascagempa 2018 membuat KLU terpuruk kemudian diperparah lagi dengan covid-19, sehingga masih merasakan dua dampak besar tersebut. Sehingga KLU masuk dalam catatan daerah 3T tersebut,” ujar Kepala Bappeda KLU Heriyanto.

Untuk keluar dari status itu, menurutnya membutuhkan sinergitas berbagai stakeholder baik instansi pemerintahan maupun instansi non-pemerintahan. Ada tiga indikator yang menjadi tolak ukur pembangunan daerah yaitu pendidikaan, kesehatan, dan ekonomi. “Tiga indikator inilah yang menjadi fokus kita selama ini,” katanya.

Dari sektor pendidikan, angka lama rata-rata sekolah itu mencapai 12,72 tahun. Bebagai upaya sudah dilakukan untuk mendongkrak angka itu. Yang perlu didukung sekarang bagaimana perguruan tinggi (PT) ikut terlibat membantu dengan mendirikan kampus-kampus di KLU, saat ini kampus yang ada baru STKIP Hamzar dan Vokasi Unram. Jika ada kampus lagi, tentu lebih banyak memberikan kontribusi, karena anak yang kuliah tidak perlu kos, bisa pulang pergi sehingga mengurangi biaya. “Karena itulah, kita sangat terbuka jika ada PT yang ingin didirikan di KLU,” ucapnya. (flo)