UNICEF Berkolaborasi dengan YKMI dan POKJA AMPL NTB

Bantu Mengatasi COVID-19 di NTB

Kampanye penanganan COVID di Desa Aikdewa Utara Lombok Timur.

MATARAM  – Pandemi COVID-19 yang terjadi di tahun 2020 merupakan bencana non alam yang tidak hanya melanda dunia, tetapi juga Indonesia dan juga Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mensikapi terjadinya pandemi, Dinas Kesehatan Provinsi NTB berkolaborasi dengan Yayasan Kemanusian Muslim Indonesia (YKMI) dengan dukungan dari United Nations Children’s Fund (UNICEF) Indonesia melalui kantor perwakilan Provinsi NTT dan NTB   menjalankan program COVID-19 WASH RESPONSE yaitu program pencegahan COVID-19 dengan menitikberatkan pada aspek WASH (Water Sanitation & Hygine) atau Air, Sanitasi dan Kebersihan Lingkungan.

Dalam program tersebut dapat dikategorikan terdapat 4 bidang dukungan utama kepada  Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kesehatan Provinsi NTB untuk pencegahan dan penyebarluasan COVID-19 di Provinsi NTB, yaitu  Edukasi dan komuniksai resiko COVID-19, Penyediaan operasional dan logistik, Air dan Kebersihan Lingkungan serta Melakukan Kolekting dan Analisis Data.

Air dan kebersihan lingkungan termasuk dalam bagian yang didukung, karena salah satu pencegahan COVID-19 adalah dengan melakukan cuci tangan pakai sabun. Untuk mewujudkan empat bidang dukungan utama, maka dilakukan beberapa rangkaian kegiatan, yaitu pertemuan koordinasi secara virtual tingkat Provinsi NTB, disinfeksi ke tempat-tempat ibadah, sekolah, serta tempat umum lainnya, distribusi Hygiene Kit kepada masyarakat, pelatihann kader kesehatan, guru dan tokoh agama di desa-desa, distribusi alat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) untuk tempat umum, serta kampanye pencegahan COVID-19 kepada masyarakat melalui SMS Blast, pembuatan video kampanye, kampanye dari rumah ke rumah oleh kader kesehatan, kampanye di sekolah oleh guru dan kampanye di rumah ibadah oleh tokoh agama, penyampaian materi edukasi melalui buku saku, dan melalukan talkshow melalui radio.

Menurut Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Provinsi NTT-NTB, Yudhistira Yewangoe, bahwa program ini merupakan bentuk komitmen UNICEF dalam mendukung Pemprov NTB dalam menangani COVID-19.

“Kami memilih tema besar Air, Sanitasi dan Kebersihan, karena memang ini merupakan kunci dari pencegahan COVID-19 yang paling efektif. Diharapkan dengan adanya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan diri dan selalu menerapkan protokol kesehatan akan berdampak besar kepada perubahan perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19 sehingga tidak saja berujung kepada menurunnya resiko penularan namun juga munculnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat,” kata Yudhistira.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB Dr Nurhandini Eka Dewi, Sp.A mengapresisai peran serta UNICEF dan YKMI atas partisipasinya dalam membantu Pemprov NTB menangani COVID-19.

“Dalam menangani pandemi ini bukan hanya tugas pemerintah saja, namun juga diperlukan kerja sama dari semua pihak harus terlibat dan bekerja sinergi bersama,” harapnya.

Sementara itu, Program Koordinator YKMI NTB Yuni Riawati, mengatakan bahwa YKMI sebagai mitra pelaksana selalu berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan Provinsi NTB untuk memastikan bahwa program COVID-19 WASH RESPONSE berjalan dengan baik dan bisa memberikan dampak  nyata kepada penanganan COVID-19 diwilayah NTB.

Selama kurang lebih lima bulan Pprogram COVID-19 WASH RESPONSE berjalan capaian yang telah didapat adalah melakukan distribusi sebanyak 2.000 unit Hygiene Kit untuk 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB. Hygiene Kit yang didistribusikan ke masyarakat  ini terdiri dari  cairan disinfektan lantai, botol penyemprotan, kain pembersih Microfiber, sabun antiseptik, lap tangan gantung, gunting kuku, pembalut wanita, masker kain yang bisa dipakai ulang yang dilengkapi tali karet  pengkait telinga dengan perlindungan 3 Lapisan, Jerigen Volume 10 Liter, Lembar Leafleat Kesehatan Lingkungan.

Adapun alokasi pendistribusian, diantaranya  2. 000 unit Hygiene Kit adalah Lombok Timur  500, Lombok Utara 300, Lombok Barat 250, Lombok Tengah  250, Sumbawa Barat 150, Kota Mataram 150, Sumbawa 100, Dompu 100, Bima 100 dan Kota Bima 100. Dengan dukungan bantuan Hygiene Kit ini diharapkan masyarakat selalu akan menjaga kesehatan dirinya dan keluarganya sebagai upaya untuk pencegahan penularan. Identifikasi masyarakat yang  mendapatkan Hygiene Kit ini adalah keluarga atau dirinya terkena Covid-19,  tidak memiliki jamban dan stunting. Selain tiga prioritas tersebut bisa juga yang mempunyai penyakit diare, TBC dimana siapa saja  penerima akan dikoordinasikan dengan dinas kesehatan kabupaten/kota dan juga puskesmas.

Penyemprotan atau disinfeksi disediakan dukungan sebanyak 150 unit sprayer dan bubuk disinfektan untuk kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur  untuk dilakukan penyemprotan di fasilitas kesehatan, sekolah dan fasilitas umum lainnya. Untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat, maka diberikan dukungan sebanyak 20.040 batang sabun dan 285 unit sarana cuci tangan pakai sabun.

Sebagai kegiatan untuk edukasi dan penyebaran informasi risiko COVID-19 maka dilakukan pembuatan Buku Saku tentang pencegahan COVID-19 untuk kader kesehatan di desa, SMS Blast yang berisi untuk mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan terutama cuci tangan pakai sabun dan video edukasi tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun yang ditayangkan salah satu stasiun TVRI NTB. (adv)