UNHAM Gelar Pelatihan Terapi di Desa Toya

UNHAM
Mahasiswa Prodi Farmasi UNHAM menggelar pelatihan tentang terapi dan efek samping obat.

SELONG – Melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Hamzanwadi (UNHAM) kerja sama dengan Pemerintah Desa Toya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur NTB menggelar pelatihan tentang terapi dan efek samping obat.

“Pelatihan ini melibatkan aparatur desa, terutama kader-kader desa yang banyak terlibat dalam memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat,” ujar Korprodi Farmasi Apt. Tri Puspita, M.Far, Jumat (13/8).

Tujuan kegiatan ini kata Tri Puspita, untuk menambah pengetahuan masyarakat terhadap obat-obatan, cara mendapatkan, cara menggunakan, cara menyimpan, dan membuang supaya tetap aman bagi semua masyarakat.

Untuk mensukseskan kegiatan ini, mahasiswa Farmasi UNHAM juga bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Lombok Timur yang menghadirkan narasumber  ahli di bidang apoteker.

Tri Puspita berharap, melalui kegiatan ini masyarakat yang awalnya hanya memiliki pengetahuan penggunaan obat amoxicillin dapat digunakan ketika demam, gatal, batuk dan lain-lain.

“Namun dengan adanya pelatihan ini, kita berharap kader dan kepala wilayah di Desa Toya menyadari bahwa tiap obat antibiotik digunakan manakala terjadi infeksi saja,” harap Tri Puspita.

Ia juga menegaskan, penyampaian materi yang diberikan oleh narasumber juga memberikan penyuluhan tentang 5 ketentuan umum dalam penggunaan obat antibiotik yang masyarakat sering gunakan.

“Pertama menggunakan obat sesuai indikasi, menggunakan obat sesuai petunjuk, menggunakan obat jangan sampai salah, menggunakan obat sesuai dosis, dan menggunakan obat selalu waspadai efek samping,” tuturnya. (luk)