Token Telat, Server Ngadat, Listrik Padam, UNBK SMP Berantakan

UNBK SMP Berantakan
TIDAK SEMANGAT: Peserta UNBK SMPN 4 Gerung, Lobar sempat tidur-tiduran karena tidak semangat. Konsentrasi mereka buyar setelah server ngadat dan listrik padam. (ZULFAHMI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP/MTs di Pulau Lombok, Provinsi NTB, betul-betul berantakan, Senin kemarin (23/4).

Kekacauan ini terjadi di sejumlah daerah di Provinsi NTB. Persoalannya juga beragam, mulai dari token atau pasword soal yang terlambat datang. Kemudian juga server ngadat, dan listrik padam. Akibatnya, konsentrasi para peserta pun nyaris buyar dengan kekacauan itu. Mereka merasa tidak nyaman dengan suasana ujian yang tak tenang itu.

Seperti yang terjadi SMPN 7 Mataram, UNBK hari pertama tidak sesuai harapan dan persiapan. Token soal UNBK dan server pusat yang mengirim soal macet selama dua jam. Disambut dengan padamnya listrik sekitar satu jam. ‘’Proses UNBK sesi pertama molor. Token soal UNBK dan server pusat gangguan, kita di sekolah dibuat panik,” sesal Kepala SMPN 7 Mataram H Muhammad Sibawaih kepada Radar Lombok.

Kata Sibawaih, gangguan server pusat disebabkan kesalahan teknis. Ujian dilanjutkan setelah jaringan server pulih. Tetapi, masalah lampu padam kembali timbul. Begitu juga di sekolah lain dari sejumlah informasi yang diterimanya. ‘’Akibatnya telat saja, tidak sampai ujian susulan,’’ tandasnya.

Masalah sama juga dituturkan Kepala SMPN 2 Mataram H Lalu Suwarno, keterlambatan token soal UNBK bukan kesalahan atau kelalaian pihak sekolah. Keterlambatan itu langsung dari pusat. Karena yang bisa membuka token UNBK adalah operator sekolah. Sedangkan di ruang ujian sudah ada teknisi. ‘’Tapi Alhamdulillah, panitia sudah menyediakan waktu tambahan menyesuaikan keterlambatan jadwal dan pelaksanaan ujian nasional online hari pertama,’’ timpalnya.