UNBK Kota Bima Terancam Gagal

Alwi Yasin MAP

KOTA BIMA-Persiapan UNBK yang dilakukan tujuh SMA/SMK Negeri dan dua SMP Negeri di Kota Bima buyar sudah.

Sejumlah fasilitas sekolah rusak disapu banjir bandang Desember lalu. Pelaksanaan UNBK di Kota Bima pun terancam gagal. Janji Mendikbud Muhadjir Effendy, menjadi satu-satunya solusi yang ditunggu sekolah. "Persiapan seluruh sekolah untuk mengadakan UNBK sudah. Tapi sekarang tidak mungkin bisa dilakukan," ujar Kadis Dikbud Kota Bima, Alwi Yasin MAP, Sabtu (7/1).

Dikatakan, hingga awal Desember, dia sudah memantau kesiapan tujuh SMA/SMK Negeri di Kota Bima untuk melaksanakan UNBK. Sedangkan untuk SMP, baru dua sekolah yang menyanggupinya yakkni SMPN 1 dan SMPN 2 Kota Bima. "Tapi kalau sekarang, sudah tidak ada lagi kesiapan itu. Peralatannya hancur semua," ungkapnya.

Menurut dia, janji Mendikbud Muhadjir Efendy akan mengganti seluruh perangkat komputer akhir Januari menjadi angin segar. Jika janji tersebut terealisasi, masih ada waktu bagi sekolah menyiapkan peralatan seperti setting perangkat komputer dan jaringan.

[postingan number=3 tag=”unbk”]

Selain karena banjir, masih ada satu sekolah yang sejak awal tidak mungkin menggelar UNBK yakni SMKN 4 Kota Bima. SMKN kelautan yang terletak di Kecamatan Kolo ini, harus menelan ludah ketika melihat sekolah negeri lain menikmati perangkat IT. "Sampai sekarang di  Kecamatan Kolo belum ada akses internet, makanya kami tidak bisa gelar UNBK," ungkap Kepsek  SMKN 4 Kolo Drs Faturrahman.

Faturrahman mengaku pernah berkomunikasi dengan pihak Dikbud Kota Bima untuk memfasilitasi masuknya jaringan internet ke Kecamatan Kolo. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan. "Sekarang kami hanya bisa gigit jari, kecuali pemerintah provinsi yang menaungi kami bisa memperjuangkan kondisi kami saat ini," harap Faturrahman.

Jika Kota Bima terancam gagal karena dampak banjir, juatru hal berbeda terjadi di Kabupaten Bima. Untuk tahun 2017 ini, dunia pendidikan di Kabupaten Bima masih belum siap menggelar UNBK secara serentak karena minim perangkat IT.

Dari data yang dihimpun Radar Tambora, jumlah SMA/SMK Negeri dan swasta ada 58 sekolah. Dari jumlah ini, hanya lima sekolah yang mampu menggelar UNBK di tahun 2016 lalu. Diantaranya SMAN 3 Sape, yang secara mandiri menggelar UNBK. Dari sisi fasilitas, lokasi SMAN 3 Sape tidak terdapat akses internet. Namun bermodal nekad, sekolah ini mampu menyiasatinya dengan sistem Satelit. Lalu bagaimana di tahun 2017? "Untuk melaksanakan UNBK itu harus didukung sarana IT yang memadai dan pendidik yang melek IT. Kabupaten Bima belum cukup memilikinya," aku Humas dan Protokol Kabupaten Bima, Yan Suryadin, MSi.

 Yan mengaku, selain fasilitas IT juga disebabkan kondisi masing-masing sekolah berbeda. Ia menyebutkan SMKN 5 Rora, yang juga mampu menggelar UNBK karena sudah memiliki perangkat IT separuh dari kebutuhan. "Sisanya, sekolah meminta partisipasi siswa yang memiliki laptop untuk disetting dan digunakan untuk UNBK,"  beber Yan.

Saat ini kata dia, Pemda sudah mendorong sekolah untuk menggunakan Kurikulum 2013 (K13) berbasis IT dalam pelaksanaan KBMnya. Sehingga, tenaga pendidik dan siswa, terbiasa menggunakan IT dalam proses pembelajaran. "Jadi pas waktunya UNBK, sudah menjadi hal wajar berhadapan dengan komputer dan internet," tambahnya.

Pemda akan mengevaluasi kembali pelaksanaan pendidikan di Kabupaten Bima. Target pelaksanaan UNBK tetap ada, namun akan dilihat sejauh mana kemampuan sekolah terutama dari segi tenaga pendidik atau guru. "Yang paling utama adalah sisi anggaran untuk pelaksanaan UNBK itu," pungkasnya. (tin)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid