UNBK di SMKN 9 Mataram Gunakan Komputer Rakitan

SMKN 9 Mataram
RAKITAN: Inilah beberapa komputer rakitan yang dimanfaatkan sebagai fasilitas UNBK di SMKN 9 Mataram. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Jumlah komputer dimiliki Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Mataram sangat kurang, jika dibandingkan dengan jumlah siswa yang dimiliki. Untuk mensiasati kekurangan fasilitas komputer dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 ini, pihak SMKN 9 Mataram berinisiatif merakit komputer untuk melengkapi jumlah ketersediaan ujian siswa.

“Kekurangan komputer,kami siasati dengan merakit sendiri komputer untuk kelengkapan UNBK siswa,”  kata Ketua Panitia UNBK SMKN 9 Mataram, Sukirman Selasa (3/4).

Dikatakanya, dihari kedua pelaksanaan UNBK, tidak ada kendala, baik dari segi gangguan komputer, server hingga jaringan internet. Kesiapan fasilitas pendukung termasuk kesiapan siswa sudah 100 persen, kecuali kekurangan komputer yang belum bisa teratasi, akhirnya menggunakan perangkat komputer seadanya, setelah dirakit sendiri oleh pihak sekolah.

Berangkat dari kekurangannya tersebut, pihaknya mengaku tidak tinggal diam begitu saja. Melainkan pihaknya mengambil langkah untuk mencarikannya solusi. Diantara solusi yang dimanfaatkannya adalah, pihaknya merakit puluhan Komputer lalu disesuaikan speknya.

“Komputer rakitan ini kita tidak khawatir terjadi macet atau sejenisnya pada saat UNBK berlangsung,”  ucapnya.

Dari hasil rakitan dan ditambah dengan beberapa komputer bagus yang dimilikinya, akhirnya SMKN 9 Mataram memiliki 60 unit komputer. Sebanyak 60 unit komputer itu dibagi menjadi dua, setiap ruangan sebanyak 27  unit komputer dan sisanya dijadikan cadangan untuk menjaga terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan.

Adapun jumlah siswa SMKN 9 Mataram yang menjadi peserta UNBK tahun 20128 ini sebanyak 166 orang. Dari 166 siswa tersebut, di bagi menjadi tiga sesi setiap ruangannya. Kemudian server sebanyak dua, proktor dua, tehnisi dua dan satu server cadangan

Sementara itu, Kepala SMKN 9 Mataram, Ridwan menambahkan, berkat tangan tangan kreatif para guru,  maka jumlah fasilitas komputer yang dimanfaatkan semakin bertambah. Dengan demikian, proses UNBK tidak terjadi hambatan apapun.

“Semoga tahun depan kita dapat bantuan komputer,” harapnya. (rie)