UNBK 2019 di Lombok Utara Ditiadakan

Dikpora Anggarkan Seragam Gratis

Ilustrasi UNBK 2019
Ilustrasi UNBK 2019

TANJUNG – Sekolah di Kabupaten Lombok Utara dipastikan tidak akan bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada tahun 2019. Hal itu dikarenakan banyak gedung sekolah rusak akibat gempa, belum lagi banyak komputer yang rusak tertindih bangunan.

Atas dasar itu, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Lombok Utara sudah bersurat ke Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). “Kita tidak bisa melaksanaan UNBK untuk tahun ajaran 2019. Untuk itu, kami sudah bersurat ke BSNP supaya kembali melakukan ujian nasional kertas dan pensil (UNKP) sampai situasi benar-benar pulih kembali,” ujar Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Edy Suwarsono kepada Radar Lombok, Senin (22/10).

BACA JUGA: Kepala Sekolah Ramai-Ramai Undurkan Diri

UN dilaksanakan pada April-Mei 2019. Artinya tinggal 6 bulan lagi. Dengan waktu yang mepet serta kondisi yang ada, maka diyakini tak akan bisa mempersiapkan UNBK.

Sejauh ini sesuai arahan BNSP, khusus daerah terdampak gempa seperti Lombok Utara dan Palu diberikan kemudahan dalam melaksanakan UN yaitu dengan UNKP.

Total SMP di Lombok Utara yang mengikuti UNBK tahun ajaran 2018, April lalu sebanyak 19 sekolah, terdiri dari 17 SMP Negeri dan 2 MTs.

Disebutkan, Dikpora mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar untuk pengadaan seragam sekolah pada APBD Perubahan 2018. Seragam sekolah itu untuk siswa terdampak gempa, baik jenjang SD maupun SMP. “Yang kita berikan khusus kelas IV SD dan kelas IX SMP untuk persiapan UN,” jelasnya.

Estimasi anggaran Rp 100 ribu untuk satu set seragam sekolah. Rencananya bakal dibeli 10.000 seragam. Sebanyak 7.000 seragam untuk SD dan 3.000 seragam untuk SMP. Pihaknya juga akan mengalokasikan anggaran untuk alat tulis yang didistribusikan ke anak-anak sekolah terdampak gempa. (flo)