UNBK 2018, Jadwal Pengayaan Siswa Berbeda

UNBK 2018, Jadwal Pengayaan Siswa Berbeda
POLA BARU: Jadwal pengayaan UNBK di SMAN 5 Mataram tahun ini mulai menggunakan pola baru dengan memberikan satu maple per hari. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sudah di depan mata. Namun, jadwal pengayaan siswa di SMAN 5 Mataram dikemas berbeda dengan tahun sebelumnya. 

Kepala SMAN 5 Mataram Arofiq mengatakan, dari segi pelaksanaan persiapan UNBK tidak ada yang berbeda. Termasuk juga masalah pengayaan terhadap siswa. Semua itu tetap dilaksanakan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Hanya saja sambungnya, yang berbeda dalam hal ini adalah soal penjadwalan pengayaan itu sendiri. Disebutnya, pengayaan tahun lalu dalam sepekan hanya menggunakan 3 hari saja.

BACA JUGA :  SDN 2 Cakranegara Tingkatkan Mutu Bahasa Inggris

“Tapi tahun 2018 ini yang sepekan itu kita full gunakan untuk pengayaan siswa. Artinya dalam satu hari itu satu mata pelajaran yang diujikan siswa,” katanya, Jumat (26/1).

Berbeda dengan tahun sebelumnya lanjut Arofiq, dimana dalam sepekan pihaknya menggunakan 3 hari dengan Mapel per hari. Perbedaan penjadawalan pengayaan ini, keduanya sama-sama memiliki plus minus.

Pasalnya, jika pihaknya tetap menggunakan teknis tahun sebelumnya, otomatis siswa akan lelah. Mengingat sebelumnya siswa harus melewati waktu belajar formal. Setelah itu dilanjutkan dengan pengayaan dua mapel sekaligus. Preaktis, siswa harus menghabiskan waktu di sekolah sampai petang. 

Sementara itu, jika pihaknya menggunakan selama sepekan untuk pengayaan, lanjutnya, otomatis siswa tidak akan terlalu kelelahan. Mengingat per hari itu siswa hanya melewati satu Mapel.

Namun disisi lain, siswa memang seakan tidak ada waktu liburnya. “Kedua sistem pengayaan ini memang sama-sama punya manfaat plus minus. Tapi satu hari satu Mapel ini kami rasa tidak melelahkan siswa,” tambahnya. 

BACA JUGA :  Proses PPDB Tidak Transparan, Kepsek akan Disanksi

Sementara itu, Waka Kesiswaan SMAN 5 Mataram Siti Nurhani mengungkapkan, sebelum pihaknya menyepakati menggunakan satu hari satu Mapel, pihaknya sudah terlebih dahulu mengevaluasi hasil pengayaan tahun lalu. Evaluasi itu selanjutnya dijadikan perbandingan.

“Sebelum kita sepakati, kita memang pertimbangkan dan lakukan evaluasi dulu. Setelah itu baru kita sepakati dan terapkan,” tutupnya. (cr-rie)