Umumkan Vaksinasi, Ternyata Vaksin Kosong

VAKSINASI: Kegiatan vaksinasi di SMPN 1 Labuapi sebagai langkah cepat pelaksanaan PTM di Lombok Barat. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Kades Kuripan, Hasbi, menyampaikan kekecewaannya atas kosongnya stok vaksin Covid-19 di Lombok Barat. Informasi vaksin kosong justru diterimanya sehari setelah dirinya mengumumkan pelaksanaan vaksinasi kepada warganya. Ada lebih dari 300 orang yang sudah siap divaksin, tetapi ternyata vaksin kosong.” Seharusnya hari ini (kemarin) pelaksanaan vaksinasi. Antusiasme warga tidak didukung oleh ketersediaan vaksin. Sudah diumumkan, taunya vaksin tidak ada,” ungkap Hasbi kepada Radar Lombok kemarin.

Kabid P3K Dinas Kesehatan Lobar, Taufik Fatoni, membenarkan kosongnya stok vaksin. Jatah yang seharusnya diterima Lobar dioper ke daerah lain. Jika sudah ada vaksin, maka pihaknya akan mengarahkannya ke Puskesmas-Puskesmas yang punya jadwal di desa. Biasanya per minggu Lobar dapat pasokan 7 ribu hingga 10 ribu dosis vaksin. “ Kalau sudah ada, nanti kita arahkan ke Puskesmas Kuripan, Labuapi, Lembar, Narmada dan Batulayar.

BACA JUGA :  Juru Parkir Liar di Labuapi Ditindak

Sementara itu, capaian vaksinasi untuk pelajar sudah mencapai 2 ribu orang lebih. Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) bersama Dinas Kesehatan bergerak bersama memberikan vaksin. Vaksinasi untuk pelajar dimaksimalkan agar pembelajaran tatap muka secara keseluruhan bisa terlaksana.” Saat ini sudah mencapai kurang lebih dua ribu sasaran (pelajar),” kata Dinas Kesehatan Lobar, Ni Made Ambaryati.

Vaksinasi bagi remaja usia 12 tahun ke atas dilaksanakan dengan persetujuan orang tua mereka. SMPN 1 Gunung Sari merupakan sekolah keempat tempat pelaksanaan vaksinasi pelajar. Sebelumnya ada SMPN 1 Lembar, SMPN 3 Lembar dan SMPN 1 Labuapi.” Semoga dalam waktu dekat ini kembali bisa kita laksanakan vaksinasi untuk pelajar baik sekolah negeri maupun swasta,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, H. Nasrun, menyampaikan hal yang sama. Vaksinasi untuk pelajar dikebut agar pembelajaran tatap muka bisa normal kembali.” Vaksin untuk pelajar SMP sudah kita mulai,secara resmi di SMPN 1 Labuapi,” kata Nasrun.

BACA JUGA :  Kepesertaan BPJS Kesehatan Perangkat Desa di Lombok Barat Dinonaktifkan

Jumlah sekolah negeri dan swasta yang siswanya kena jatah vaksin ada 71 SMP. Jumlah ini masih ditambah dengan 23 sekolah satu atap. “ Untuk sementara total sekolah yang mengikuti vaksinasi 94 sekolah di Lobar,” jelasnya.

Dinas akan terus melakukan sosialisasi ke sekolah yang ada terutama untuk meyakinkan para wali siswa bahwa vaksinasi ini penting. “ Acuan Kemendikbud itu agar siswa di atas 12 tahun harus siap divaksin. Karena  ini syarat untuk bisa mengikuti PTM,” tegas Nasrun.

Kepala SMPN 1 Labuapi, Ahmad Ansori, mengatakan, vaksinasi di sekolah efektif untuk meminimalisir tingkat penyebaran Covid-19. Selain itu untuk mendukung percepatan target vaksinasi daerah sesuai anjuran bupati.” Kami sangat berterima kasih sekali dan sangat mengapresiasi adanya vaksinasi di tingkat pelajar ini,” ungkapnya.(ami/git)