UMMAT akan Selesaikan Secara Internal Kasus Pemalsuan Slip Pembayaran SPP Mahasiswa

Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) yang berlokasi di Pagesangan Kota Mataram. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM –  Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Abdul Wahab menyikapi beredarnya informasi pemalsuan slip SPP mahasiswa.

“Ini persoalan lama sebenarnya, saya baru beberapa bulan dilantik menjadi rektor baru dan untuk kepentingan menyelamatkan kampus dan menjaga citra persyarikatan Muhammadiyah saya harus menuntaskan persoalan ini,” tegas Abdul Wahab, Rabu (29/3).

Disebutkan, temuan awal sebanyak 248 kasus slip pembayaran SPP palsu yang dilakukan oleh pihak universitas merupakan bukti bahwa kampus sudah teliti dan hati-hati dengan tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum mahasiswa.

Menindaklanjuti temuan ini, pihaknya kemudian bertindak cepat dengan membentuk tim internal untuk menyikapi masalah penggunaan slip pembayaran palsu oleh sebagian mahasiswa UMMAT. Berdasarkan kesepakatan internal bahwa masalah ini akan terlebih dahulu diselesaikan secara internal. Tim pemeriksaan internal telah memetakkan kasus ini berdasarkan hasil wawancara mendalam dan hasil telaah dokumen dari bank. Ada mahasiswa yang menjadi korban, ada yang menjadi perantara, dan ada yang menjadi aktor.

Baca Juga :  MAN IC Lotim Menjadi Sekolah Terbaik di NTB

Sejauh hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim semua dilakukan oleh mahasiswa sendiri. Namun terhadap informasi yang beredar tentang adanya oknum petinggi kampus yang terlibat, masih menjadi kajian tersendiri pihak Rektorat.

“Saya tidak main-main jikalau ada indikasi dan temuan adanya keterlibatan pejabat kampus atau dosen sekalipun, saya akan tegas mengambil tindakan sesuai kode etik dan peraturan yang berlaku di Ummat bahkan jikalau sudah sangat meresahkan dan merugikan institusi, maka saya tidak akan segan-segan memabawa persoalan ini ke pihak yang berwajib,” tegasnya.

Baca Juga :  Unram Masuk 20 Besar Kampus Terbaik Versi Times Higher Education 2023

Ia mengatakan sebagai bentuk tanggung jawab lembaga, pihaknya sudah melakukan pembenahan sistem dengan bertahap, yakni bekerja sama dengan bank yang diakui dan sah. Namun sangat disadari bahwa sebaik apapun sistem yang dibangun oleh UMMAT bersama pihak bank, selalu ada celah bagi oknum untuk mencari kelemahan sistem dan melakukan tindakan yang tidak prosedural. Sebagai bentuk tanggung jawab menjadi lembaga pendidikan, UMMAT akan mengambil tindakan tegas berupa pemberian sanksi sesuai bentuk pelanggaran kepada mahasiswa yang terlibat dalam kasus ini.

“Kami terus melakukan kooordinasi pembenahan sistem dan akan terlebih dahulu diselesaikan secara internal,” pungkasnya. (adi)

Komentar Anda