UMKM NTB Bidik Pasar 100 Gerai Bebas Pajak Dunia

H Fathurrahman (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Menteri BUMN Erick Thohir melalui Sarinah, ingin bekerja sama dengan perusahaan retail bebas bea atau duty free, Dufry, untuk membangun 100 gerai duty free pilihan di dunia. Nantinya produk unggulan UMKM dan komoditas unggulan Indonesia akan tersedia digerai-gerai tersebut.

Melihat adanya peluang untuk produk UMKM bisa eksis dikancah dunia menjadi kesempatan bagi UMKM di daerah, terutama NTB. Dinas Perdagangan NTB dalam ini akan menyiapkan produk-produk lokal yang dapat ikut serta produknya terjual di 100 gerai bebas pajak dunia.

“Nantinya kalau UMKM yang berada di platfrom itu tanpa pajak, ini yang sedang kita progres untuk menuju kesana,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB, H Fathurrahman, Minggu (23/5).

Dikatakan Faturahman, nantinya gerai tersebut akan menjajakan produk UMKM lokal, seperti kopi, teh, rempah-rempah, produk kecantikan dan kesehatan, rotan, meubel, wastra, dan berbagai hasil bumi nusantara. Terlebih NTB juga memiliki produk unggulan dari kopi, rempah-rempah, kerajinan hingga produk kecantikan yang dapat ditampilkan.

Baca Juga :  APEX NTB Pastikan Kontainer Bukan Kendala Ekspor

“Kita punya UMKM yang masuk di NTB Mall sekitar 2.700 dan sudah sesuai dengan ferivikasi atau sudah dikurasi. Sehingga bisa saja nanti salah satu produk UMKM kita ditampilkan juga,” ujarnya.

Kendati demikian, memang saingannya untuk bisa memasarkan produk UMKM NTB pada 100 gerai bebas pajak tersebut tidak mudah. Mengingat beberapa daerah lainnya juga memiliki produk unggulan dan tentunya mereka akan bersaing agar dapat mengisi gerai yang ada. Karena itu, UMKM di NTB Mall ini menjadi rujukan untuk pengadaan itu. Dari 2700 tenan ini tentunya akan kurasi lagi, jadi yang benar-benar sesuai dengan persyaratan akan diidentifikasi dari syarat hingga perizinan.

Dikatakan Faturahman, beberapa persyaratan harus di identifikasi agar produk-produk yang ditawarkan sesuai dengan standar. Apalagi disasar adalah pembeli dunia, di mana memiliki standar dan kualitas berbeda-beda.

Baca Juga :  Subsidi Dicabut, Pedagang Khawatir Harga Migor Curah Kembali Melonjak

“Ini sedang kita lakukan pembenahan, sehingga produk yang dijual ini produk yang layak jual dan edar,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Dufry memiliki dan mengoperasikan 2.400 gerai bebas bea di berbagai belahan dunia dengan jumlah pelanggan dan pengunjung 2.5 miliar orang per tahun. Dufry juga pemilik jaringan retail shop Hudson Corporation di Amerika Serikat.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika (PPA Kosmetika) NTB, Septia Erianty mengatakan, adanya rencana 100 gerai bebas pajak dunia bagi UMKM ini sangat bagus. Karena para UMKM mempunyai wadah atau toko baru untuk menjual maupun mengenalkan serta mempromosikan produk lokal NTB.

“Memang harus di kurasi karena agar sesuai standar, legalitas aman dan layak di promosikan. Oleh karena itu UMKM perlu berdaya saing sehat, hebat dan inovasi,” ujarnya. (dev)