Umi Rohmi Minta Profesi Guru Dijadikan Sebagai Ladang Ibadah

SELONG – Pendidikan karakter bukan hanya menciptakan perilaku positif bagi peserta didik. Namun meningkatkan kualitas kognitif setiap individu manusia untuk mengembangkan potensi hidupnya.

“Inilah menjadi dasar pentingnya pendidikan karakter dipahami oleh akademisi dan para praktisi pendidikan kita,” kata Rektor Universitas Hamzanwadi Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah pada kuliah umum mahasiswa pascasarjana, Sabtu (5/3).

Ia menegaskan, bahwa pendidikan ini merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas maka semua pihak harus terlibat.

Sebab pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi semua masyarakat, termasuk mahasiswa pascasarjana Universitas Hamzanwadi.

BACA JUGA :  Unham Buka Pendaftaran Pascasarjana S2 Pendidikan Dasar

Dikatakan, sekarang ini Pemerintah Provinsi NTB telah merumuskan 3 arah kebijakan penyelenggaraan pendidikan di NTB, yakni mewujudkan layanan akses pendidikan yang berkeadilan, meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan, dan meningkatkan peran serta masyarakat.

Umi Rohmi mengajak semua guru, kepala sekolah, pengawas, dan lain-lain untuk menjadikan profesi sebagai ladang ibadah yang dibarengi dengan kesyukuran, niat yang tulus, etos kerja yang baik.

“Selalu berpikir inovatif dan kreatif serta mengedepankan kolaborasi. Dengan demikian maka pembangunan pendidikan di provinsi kita akan lebih baik sehingga NTB gemilang akan terwujud,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana Universitas Hamzanwadi Dr Padlurrahman menyampaikan, kuliah umum kali ini dirangkaikan dengan peluncuran Program Klinik Riset pascasarjana.

BACA JUGA :  Sulis Juara 2 LIDA, Univeritas Hamzanwadi Siapkan Beasiswa S2

“Program ini merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas riset dosen dan mahasiswa,” katanya.

Di samping untuk membantu guru dalam meningkatkan kemampuan menulis karya tulis ilmiah untuk kepentingan angka kridit. Program ini didukung 3 orang doktor spesialis riset yang langsung diketuai Dr. H. Badaruddin. Kegiatan riset adalah salah satu dharma yang sangat penting.

“Kegiatan ini harus serius dan dimaksimalkan melalui kegiatan mentoring riset, riset kolaborasi, pelatihan metodologi penelitian dan publikasi ilmiah,” kata Padlurrahman. (luk)