Ulama Sudan Kunjungi Yayasan Karya Adi Husada

SELONG—Satuan pendidikan SMK Kesehatan Karya Adi Husada dan SMP Islam Plus Karya Adi Husada Rakam, Selong yang bernaung di dibawah Yayasan Karya Adi Husada kedatangan ulama dari Sudan, Syaikh DR. Adhow Awad Karim Ali, Selasa kemarin (20/9).

Kunjungan ini bagian dari silaturahmi dengan Pimpinan Yayasan, Supnawadi, M.Kes,  termasuk dengan para santri yayasan tersebut. Kedatangan ulama Sudan ini disambut hangat para guru dan ratusan santri yayasan. Baik itu santri SMK Kesehatan Karya Adi Husada dan santri SMP Islam Plus Tahfiz. Silaturahmi berlangsung di Aula Yayasan dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Dalam sambutan, Pembina Yayasan yang juga Kepala SMK Kesehatan Karya Adi Husada, Supnawadi, M.Kes mengatakan, kedatangan tamu dan ulama skala internasional ke yayasan itu bukan yang pertama kali. Beberapa waktu lalu yayasan juga pernah dikunjungi ulama dari Mesir. Tak lama kemudian Yayasan kembali kedatangan ulama dari Sudan. “Ini menunjukkan bahwa yayasan ini merupakan tempat yang baraqah,” katanya.

Kesempatan itu, ia pun menyampaikan keberadaan satuan pendidikan yang dikelola yayasan. Saat ini katanya, yayasan yang dipimpinnya itu memiliki  dua satuan pendidikan, yaitu SMK Kesehatan dan SMP Islam Plus Tahfiz.

Para santri di dua satuan pendidikan ini katanya, mereka tidak hanya mempelajari ilmu umum semata. Melainkan santri juga diprirotaskan ilmu agamanya. Karena dengan ilmu agama, hidup akan lebih menjadi terarah.

“Dengan ini saya berharap sekolah yang ada ini bisa menjadi sumber ilmu, dan yayasan ini bisa terus berkembang dan maju untuk memajukan bangsa ini,” singkatnya.

Sementara DR. Syaikh DR. Adhow Awad Karim Ali mengaku sangat bahagia bisa berada ditengah ditengah keluarga besar yayasan dan para santrinya. Baginya, yayasan ini merupakan tempat yang mulia, karena diisi oleh orang yang mencari ilmu. Para santri kemudian diajarkan bagaimana adab menuntut ilmu yang baik, seperti yang diajarkan agama Islam. “Kita menuntut ilmu harus mengetahui, adab dan caranya. Salah satunya berdoa,” sebutnya.

Selain doa, hal yang paling penting adalah ahlak dan sikap yang selalu merendahkan diri dan Tawaddu. Jangan sampai dalam diri santri itu tertanam jiwa dan sifat yang sombong. Karena kesombongan itu akan membawa seorang itu kedalam kehancuran, meski memiliki ilmu setinggi apapun. “Tawaduklah dalam menuntut ilmu, supaya derajat kita diangkat Allah,” pesannya.

Sementara untuk meraih buah dari ilmu itu, para santri juga diingatkan agar menghormati guru. Jika itu dilakukan, maka ilmu yang mereka dapatkan akan lebih berkah dan bermanfaat bagi orang banyak. “Jika itu tidak dilakukan, jangan harap akan bisa mendapatkan buah dari ilmu itu,” ujarnya.

Syaik Adhow pun mendoakan semua santri yayasan itu kelak bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi seluruh  umat dan bangsa. Jika ingin menjadi orang berhasil, maka semua itu harus diimbangai dengan usaha yang sungguh-sungguh dan belajar yang rajin. Karena segala kebaikan yang dilakukan dipastikan akan mendapatkan imbalan yang baik juga. Begitu sebaliknya. “Usaha tidak diimbangi dengan kesungguhan, tidak akan mendapatkan hasil,” tutupnya. (lie)