Ukir Sejarah, Wakil Papua Barat Lolos Final

MATARAM – Memasuki babak semi final, sembilan provinsi ikut bersaing ketat untuk memperebutkan jatah untuk melaju ke babak final cabang lomba Fahmil Aqur'an di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 tahun 2016 di NTB.

Pada babak semi final, hasil yang cukup mengejutkan adalah penampilan dari perwakilan Provinsi Papuat Barat berhasil menyisihkan wakil dari Sulawesi Selatan dan Provinsi Lampung. Untuk pertamakalinya Provinsi Papu Barat menempatkan wakilnya di final Musaqah Tilawatil Quran (MTQ). Jika di ajang MTQ sebelumnya di Provinsi Papua Barat wakilnya hanya jadi ‘penggembira’. Karena perwakilan Papua Barat selalu gugur di babak penyisihan.  Kini di ajang MTQ ke-26 di NTB tahun 2016, Provinsi Papua Barat hadir dengan menempatkan wakil mereka di final untuk cabang lomba Fahmil Alquran yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB.

Selain Papua Barat yang menempatkan wakil mereka di final cabang  lomba Fahmil Alqur'an, juga ada Provinsi Istimewa Aceh dan Provinsi Banten. Ketiga wakil dari Provinsi tersebut akan bersaing ketat di babak final yang akan dilaksanakan, hari ini (4/8) untuk menentukan juara I untuk cabang Fahmil Alqur'an.

Pada babak semi final untuk sesi pertama antara Provinsi Aceh, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur berlangsung seru. Wakil dari Provinsi Aceh, Fachrul Radji , Agus Lijar dan Aulia Rizki dan wakil dari Provinsi Jawa Tengah, Hanin S.NA, Muh Syaiful dan AH Hika Maulana cukup tegang. Pasalnya, wakil kedua provinsi ini nilainya saling kejar kejaran dan terpaut sangat mepet di ujung perlombaan. Al hasil wakil dari Provinsi Aceh berhasil unggul dengan meraih nilai 1.175, Provinsi Jawa Tengah meraih nilai 1.135 dan wakil Provinsi Kalimantan Timur meraih nilai 660.

Yang tak kalah serunya ketika sesi kedua pertemuan antara wakil dari Provinsi Banten,  Provinsi Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan. Bahkan di sesi kedua ini, sempat terjadi ketegangan masing-masing pendukung dan geram dengan dewan juri utamanya pendukung dari wakil dari Sumatera Utara. Bahkan, pendukung dari Sumatera Utara sempat maju sambil mengepalkan genggaman tangan ke arah dewan juri. Namun beruntung pihak keamanan dari TNI dan Polri berhasil menghalau dan menarik mundur pendukung Sumatera Utara dari kawasan tempat dewan juri di depan panggung yang dibatasi dengan pagar dari besi terpasang oleh panitia.

Kendati protes keras dilontarkan oleh official dari Sumatera Utara, dewan hakim yang diketuai oleh Prof. H Muhammad Amir Tjoneng tetap bersikekeuh dengan ketetapan  dewan juri menetapkan Provinsi Banten lolos ke babak final selanjutnya dengan memperoleh nilai 1.105, Sumatera Utara meraih nilai 955 dan provinsi Kalimatan Selatan mendapatkan nilai 690.

Sementara di sesi ketiga atau terakhir babak semi final¸Papu Barat bertemu dengan wakil dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Lampung. Dalam semi final tersebut wakil dari Papua Barat berhasil lolos ke babak final dengan mengumpulkan nilai 1.215, mengalahkan wakil dari Sulawesi Selatan yang mendapatkan nilai 895 dan Provinsi Lampung meraih nilai 610.

Sekretaris LPTQ Provinsi Papua Barat, Naharuddin mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan wakil Papua Barat untuk cabang lomba Fahmil Alquran. Jika selama pelaksanaan MTQ, wakil Papua Barat hanya hadir di babak penyisihan, namun kini sangat luar biasa.

“Ini untuk pertamaklinya wakil Papua Barat masuk final. Jangankan masuk final, masuk semi final saja, kami sudah sangat luar biasa bangganya,” ungkap Naharuddin.

Untuk kesiapan memasuki babak final, Naharuddin tidak memasang target kepada anak binaannya. Justru Naharuddin mendorong anak binaannya untuk rilex dan santai saat berlangsung lomba.

“Kami tidak memasang target. Yang penting saat lomba anak-anak tampil santai saja, sehingga tidak ada beban,” tutupnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid