Uji Aplikasi Pupuk NPK Kebomas Sukses Tingkatkan Panen Tembakau

SELONG—Uji aplikasi penggunaan pupuk NPK Kebomas 12:11:20, khusus untuk komoditas tembakau virginia yang dilakukan PT Petrokimia Gresik (produsen pupuk NPK Kebomas), bekerjasama dengan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lombok Timur, dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi NTB, di Dusun Gundem, Desa Sukadana, Kecamatan Terara, sukses meningkatkan produksi panen tembakau petani.

“Buktinya, dari demontration plot (demplot) tembakau virginia yang dilakukan di Lombok Timur ini. Dengan dosis pemupukan 600 kg NPK Kebomas, 100 kg ZK dan 100 kg ZA, telah menghasilkan panen tembakau sebanyak 2,45 ton berat kering per hektar. Sementara panen tembakau di lahan non demplot hanya meraih 1,85 ton berat kering per hektar,” kata Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik, Meinu Sadariyo, dalam sambutan saat panen demplot tembakau menggunakan pupuk NPK Kebomas, Kamis (15/9).

Melihat keberhasilan meningkatkan produksi panen tembakau di lahan demplot seluas 5 hektar milik Kelompok Tani Sukamulia, di Dusun Gundem tersebut, kedepan PT Petrokimia Gresik juga berharap bisa meningkatkan kerjasama. Baik itu dengan Pemerintah Provinsi NTB, maupun segenap komponen masyarakat NTB lainnya. “Utamanya kerjasama dengan para petani tembakau yang menjadi konsumen terbesar pupuk produksi PT Petrokimia Gresik,” ujar Meinu Sadariyo.

Menurutnya, Provinsi NTB, khususnya Kabupaten Lombok Timur yang merupakan daerah penghasil komoditas tembakau virginia terbesar di Indonesia, kemampuan produksinya dinilai dapat ditingkatkan lagi. “Caranya bagaimana? Salah satu upaya peningkatan produksi tembakau yaitu dengan melakukan pemupukan yang tepat, dan tentu saja menggunakan pupuk yang berkualitas. Seperti pupuk NPK Kebomas ini, yang memang secara khusus diproduksi PT Petrokimia Gresik untuk tanaman tembakau,” papar Meinu Sadariyo.

“Pupuk NPK Kebomas memiliki komposisi unsur hara yang sesuai dengan kebutuhan komoditas tembakau. Dimana keberadaan unsur hara K (kalium) yang tinggi, mencapai 20 persen, mampu meningkatkan hasil panen dan indeks mutu tembakau. Selain itu juga bisa memperbaiki aroma, warna, rasa, dan kelenturan daun tembakau. Disamping tingginya unsur hara K itu juga membuat tanaman tembakau menjadi lebih tegak dan kokoh,” ucap Meinu Sadariyo.

 

PANEN TEMBAKAU: Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik, Meinu Sadariyo (tengah), didamping jajaran manajer PT Petrokimia Gresik lainnya foto bersama usai melaksanakan panen bersama di demplot tembakau virginia di Lotim, Kamis (15/9).

 

Pengakuan serupa juga dilontarkan Kepala BPTP NTB, Ir M. Saleh Muchtar, dimana setelah pihaknya dipercaya untuk melaksanakan uji coba pengaplikasian pupuk NPK Kebomas produksi PT Petrokimia Gresik, ternyata memang ada peningkatan dibandingkan tanaman tembakau yang tanpa pupuk NPK Kebomas. “Hasil uji coba yang pernah dilaksanakan BPTP NTB, ternyata tanaman tembakau virginia yang menggunakan NPK Kebomas berhasil meningkatkan laju pertumbuhan agronomi tinggi tanaman 3,6 persen, dan jumlah daun meningkat 4,4 persen,” terangnya.

Selain itu sambungnya, juga berhasil meningkatkan persentase berat oven (BO). Dimana ketika dilaksanakan panen pertama, BO memang masih setara antar perlakuan 7-8 persen. Namun pada panen kedua, BO berhasil meningkat 1-2 persen dibandingkan eksisting (tembakau tanpa pupuk NPK Kebomas) 7,86 persen. Panen ketiga BO meningkat 2-3 persen dari eksisting 8,80 persen, panen keempat BO meningkat 3-4 persen dari eksisting 10,71 persen, dan pada panen kelima BO meningkat 3-4 persen dari daun eksisting 12,71 persen. “Selain itu, dengan pupuk NPK Kebomas juga dapat meningkatkan persentase grading daun orange sebanyak 65 persen,” tutur Saleh.

Berbagai keberhasilan itu, Ketua APTI Lotim, Lalu Sahabudin, berharap pada pemerintah daerah agar jatah anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2017 untuk Lotim, sebaiknya dimanfaatkan untuk membeli pupuk NPK Kebomas. “Daripada tidak jelas penggunaannya, sebaiknya anggaran DBHCHT jatah Lotim dipakai untuk membeli pupuk NPK Kebomas saja. Karena tanaman tembakau yang menggunakan pupuk NPK Kebomas ini terbukti berhasil meningkatkan produksi panen tembakau,” harapnya.

Sedangkan H. Sukardi, pemilik lahan seluas 1,5 hektar di lahan demplot mengakui setelah pihaknya menggunakan pupuk NPK Kebomas, selain produksi panen tembakau meningkat, juga lebih efisien dan ekonomis. “Artinya, kalau selama ini umumnya petani ketika panen tembakau melakukan sembilan kali pemetikan. Maka untuk tanaman tembakau yang menggunakan pupuk NPK Kebomas cukup melakukan tujuh kali pemetikan saja. Jadi lebih efisien dari sisi waktu, dan ekonomis dari sisi tenaga kerja,” jelasnya.

“Bahkan kalau oven tembakau yang kami miliki bisa menampung, pemetikan panen tembakau cukup dilakukan lima sampai enam kali saja. Tapi kan kemampuan oven tembakau kami kecil, jadi ya kami masih melakukan dua kali panen lagi. Cukup tujuh kali pemetikan sudah selesai,” pungkas H. Sukardi, seraya memperlihatkan daun tembakau yang siap petik di lahannya. (gt)