Ubah Rumah Tidak Layak Huni Jadi Rumah Permanen

Jadi Rumah Permanen
BEDAH RUMAH: Inaq Subaedah, 63 tahun, warga Dusun Bangka, Desa Janapria, begitu terharu dan bahagia, mendapatkan kabar kalau rumahnya yang banyak rusak dan reot akan diperbaiki oleh TNI melalui TMMD ke 106, Senin kemarin (23/9).( M.HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

DEDIKASI TNI UNTUK LEBIH DEKAT MASYARAKAT MELALUI TMMD KE 106

Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 1620/Loteng tahun 2019 sudah mulai memasuki pra TMMD, dengan melaksanakan berbagai langkah, mulai dari pendataan wilayah yang akan dijadikan sebagai sasaran TMMD, hingga mulai melakukan pembangunan jambatan dan rumah warga yang masih masuk kategori tidak layak huni.

M.HAERUDDIN – PRAYA

BERBAGAI persiapan yang menjadi sasaran pembangunan berangsur-angsur sudah dibenahi oleh Babinsa dan masyarakat, mulai dari pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan sarana lain yang menjadi program kegiatan TMMD ke 106. Kegiatan TMMD ini membawa berkah bagi warga penerima manfaat. Pasalnya berbagai perubahan bisa dirasakan setelah adanya kegiatan ini.

Seperti warga di Dusun Petorok, Desa Pendem, Kecamatan Janapria misalnya, mereka sangat bersyukur karena TNI hadir untuk membuatkan mereka jembatan yang sudah lama mereka idamkan. Bahkan Babinsa beserta anggota Makodim, dibantu masyarakat setempat melaksanakan gotong royong mengangkut bahan  material ke lokasi yang akan digunakan sebagai bahan pengecoran jembatan yang menghubungkan jalan dari Dusun Petorok menuju pemakaman umum yang saat ini dalam proses pembuatan deker.

Kepala Dusun Peterok, Desa Pendem, Mustapa mengakui masyarakat Dusun Petorok sangat terbantu dan berterimakasih dengan adanya pembangunan yang dilakukan oleh TNI. Bahkan dia juga mengerahkan masyarakat secara sukarela untuk ikut bekerja dan berbaur dengan anggota TNI. Karena sebelumnya jalan yang menuju pemakaman ukuranya sempit, dan saat ini sudah diperlebar 4 meter. “Kami bersyukur dengan dibangunnya jembatan ini. Masyarakat tidak kesulitan lagi beraktifitas. Seperti mengangkut hasil pertanian, mereka sudah bisa menggunakan kendaraan roda empat,” ungkap Mustapa, Senin kemarin (23/9).

Yang lebih mereka syukuri, sebelum dibangun jembatan, pada saat ada warga yang meninggal dunia, ketika jenazahnya hendak dibawa ke pemakaman, terpaksa harus melewati jembatan kayu yang dibuat seadanya oleh masyarakat. Namun dengan adanya jembatan yang menghubungkan jalan Dusun Petorok ke pemakaman, kini menjadi bagus. “Alhamdulilah dengan adanya jambatan ini membuat aktivitas kami bisa semakin mudah,” ucapnya.

Kebahagiaan Mustafa tidak sendiri, hal senada juga disampaikan Inaq Subaedah, 63 tahun, warga Dusun Bangka, Desa Janapria, Kecamatan Janapria. Pasalnya, rumah reot yang dia miliki berpuluh tahun, lengkap dengan kekurangan lainnya. Akhirnya kini bisa berubah, berkat TNI yang memberikan dia bantuan melalui bedah rumah.

Dengan rasa haru dan bangga Inaq Subaedah menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada TNI, khususnya Kodim 1620/Lombok Tengah, yang bersedia membantu merenovasi rumahnya. “Terimakasih banyak Bapak TNI, Bapak Dandim, dan Pak Babinsa. Saya merasa terharu  kepada bapak-bapak  semua atas bantuan untuk perbaiki rumah saya,” ucapnya seraya mengusap air mata kebahagiaan.

Sementara Dandim 1620/Loteng, Letkol Czi Prastiwanto saat meninjau lokasi sasaran TMMD mengatakan, salah satu program RTLH yang dilaksanakan adalah membedah rumah Inak Subaedah, yang kondisinya memang sangat memprihatinkan. Bahkan rumahnya tidak layak dikatakan sebagai rumah hunian atau rumah tinggal. Karena sejak rumah itu dibangun puluhan tahun silam, belum pernah direnovasi, karena memang tidak cukup memiliki dana untuk perbaikan.

“Untuk itu, melalui program TMMD ke-106 inilah kita akan mewujudkan impian Inaq Subaedah, agar bisa memiliki rumah yang layak huni. Kita bedah rumahnya, dan kita bangun jadi rumah permanen,” kata Dandim di lokasi sasaran TMMD.

Prastiwanto juga mengatakan, saat program renovasi rumah tidak layak huni mulai dilakukan melalui program TMMD ke-106, pihaknya memutuskan rumah Inaq Subaedah menjadi salah satu rumah yang terpilih menerima bantuan renovasi. Tak hanya merenovasi rumah tak layak huni, sejumlah sasaran fisik lain juga terus dilaksanakan, seperti pembukaan jalan baru di beberapa desa yang sudah direncanakan.

“Melalui kegiatan pra TMMD Kodim 1620/Loteng ini, adalah awal dari pelaksanaan TMMD nanti, sekaligus untuk memupuk budaya masyarakat dan kearifan lokal yang perlu ditanamkan. Mengingat budaya gotong-royong merupakan salah satu warisan leluhur turun-temurun yang harus dilestarikan,” terangnya. (*)