Tunggu Pembeli, Bandar Sabu Diciduk

BANDAR NARKOBA: Pelaku bandar narkoba jenis sabu berhasil di cokok aparat petugas saat akan melakukan transaksi jual beli serbuk haram tersebut (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Tim gabungan Satnarkoba dan Satreskrim Polres Lotim kembali berhasil menciduk pelaku pengedar narkoba jenis sabu. Pelaku diketahui bernisial MJD, alias Ongking, 26 tahun, warga Kebun Baru, Sandubaya, Selong. Pelaku diringkus ketika sedang menunggu pembeli di sekitaran Lendang Beduri, Rabu (16/11) sekitar pukul 20.30 Wita.

Operasi penangkapan Bandar sabu ini dipimpin langsung Kasatnarkoba AKP Prayit Hariyanto. Tim gabungan ini terlebih dulu memantau gerak gerik pelaku. Setelah dipastikan, pelaku langsung disergap petugas.

Setelah itu Bandar narkoba dilakukan penggeledahan dan ditemukan sejumlah barang bukti berupa serbuk haram yang rencananya akan dijual ke salah seorang pemesan. “Bandar kita tangkap ketika sedang menunggu pembelinya,” ungkap Kapolres Lotim melalui Kasatnarkoba, AKP Prayit Hariyanto, Kamis kemarin (17/11).

Ketika disergap pelaku ini sempat berusaha mengelabui petugas. Sabu yang rencananya akan dijual itu dibuang, ketika hendak digelandah. Namun akal licik pelaku sudah terbaca, dan sabu yang dibuang ditemukan di bawah telapak kakinya. Pelaku pun akhirnya tidak bisa mengelak. “Pelaku bersama barang bukti langsung di bawa ke Mapolres Lotim,” ungkapnya.

Dari penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku. Barang bukti yang diamankan berupa, 16 poket sabu seberat 4, 82 gram, HP, korek api, kamera digital, dan uang tunai sebesar Rp. 166 ribu. “Kamera yang diamankan merupakan hasil pencurian,” sebut Prayit.

Selain sebagai pengedar sabu, pelaku ini juga telah melakukan pencurian. Dia ini diketahui sebagai spesialis pencuri rumah kosong.  Dikatakan, untuk meminimalisir peredaran narkoba di Lotim, segala upaya pencegahan telah dilakukan. Diantaranya dengan demand reduction hingga supply reduction atau pengurangan pasokan dengan cara melakukan pemberantasan, penangkapan, dan pengungkapan para jaringan sindikat narkoba yang ada di Lotim.

“Selain itu kita juga berharap keterlibatan LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemuda supaya ikut aktif membantu kepolisian memberantas narkoba di sekitarnya,” harap Prayit.

Sementara pelaku sendiri, sedang dilakukan pemeriksaan untuk didalami pengakuannya terkait adanya keterlibatan pihak lain. Jika terbukti, pelaku pun diancam dengan pasal 114 ayat 1 jo 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009. “Pelaku diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Prayit. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid