Tulung Agung Belajar Konsep Pendidikan di Kota Mataram

MATARAM—Pemerintah Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur beserta jajaran Dewan Pendidikan setempat melakukan lawatan ke Kota Mataram. Lawatan ini guna menambah wawasan terkait dunia pendidikan.

Sebanyak  50 orang rombongan dari Tulung Agung tersebut terdiri dari unsur Dewan Pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajarannya. Ada juga unsur Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP, SMA sederajat yang di Pimpin Ketua Dewan Pendidikan Supriyono, SE, Msi yang juga Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung. Turut serta dalam kunjungan kerja itu juga yakni, Wakil Bupati Tulungagung, Drs H Maryoto Birowo, MM, Selasa kemarin (27/9).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tulungagung menyebutkan, perhatian Pemerintah Kota Mataram pada dunia pendidikan diakui sangat memadai. Sebagai Ibukota provinsi, Mataram dinilai telah mampu mengatasi permasalahan pendidikan. Dengan kemampuan fiskal lebih dari 1,3 triliun rupiah lebih.

Kota Mataram juga dinilai berhasil mengawal kebijakan pemerintah pusat di bidang pendidikan. Sesuai amanat UU lanjutnya, 20 persen alokasi APBD diperuntukkan untuk dunia pendidikan. Namun hal tesebut dinilai belum memadai dalam memajukan dunia pendidikan.

Diakuinya selama ini stigma pendidikan gratis tidaklah sepenuhnya tepat. Dalam mengelola dunia pendidikan, termaktub di dalamnya berbagai jenis program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan sebagai aktor kemajuan dari dunia pendidikan. Hal lain yang tidak kalah penting yakni sarana dan prasarana pendidikan dalam memfasilitasi jutaan pelajar mulai dari tingkat dasar hingga menengah menelan biaya yang tidak sedikit.

Senada, Wakil Bupati Tulungagung,  Drs H Maryoto Birowo, MM menyebutkan, pihaknya tetap berupaya mengalokasikan anggaran pendidikan yang memadai dalam mendorong percepatan kemajuan pendidikan di wilayahnya. Dengan rasio belanja aparatur sebesar 52 persen lebih dan rentang fiskal 2,6 triliun rupiah lebih. Pihaknya berupaya untuk terus menambah alokasi pada sektor pendidikan.

Selain mengapresiasi dunia pendidikan di Kota Mataram, hal lain yang tidak kalah penting mendapat perhatian Wabup Tulungagung yakni kerukunan antar ummat beragama di Kota Mataram. Meski Pulau Lombok berlabel Pulau Seribu Masjid, namun rumah ibadah umat lainnya banyak dijumpai berdampingan dengan rumah ibadah umat Islam.

Toleransi yang tinggi dan sikap tenggang rasa masyakat Kota Mataram mendapat pujian. Pihaknya berjanji akan melakukan lawatan spesifik mempelajari kerukunan antar umat beragama di Kota Mataram.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana S.Sos, MH mengaku sangat berbahagia dan berbangga, Mataram mendapat kepercayaan sebagai lokasi kunjungan kerja. Meski tidak memiliki luas wilayah dan kekayaan alam seperti yang dimiliki Tulungagung, Mataram memiliki sumber daya manusia yang cukup handal. Hal tersebut tidak terlepas dari pola pendidikan karakter yang tidak hanya didapat di dunia pendidikan. Namun juga dalam pergaulan di tengah tengah masyarakat.

Di Mataram lanjut Mohan,  angka partisipasi sekolah sangat tinggi. Demikian pula angka putus sekolah yang terus dapat ditekan. Di sisi lain, angka lama sekolah di Kota Mataram lebih dari 10 tahun. (dir)