Tukang Palak Beraksi di Parkiran Apollo

Tukang Palak Beraksi di Parkiran Apollo
PARKIR : Suasana parkir di depan toko Apollo yang menggunakan badan jalan. (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM – Menjelang lebaran, pusat perbelanjaan di Mataram kian ramai. Kondisi ini dimanfaatkan oleh para petugas parkir untuk menaikkan biaya parkir secara sepihak dan di luar ketentuan. Misalnya sepeda motor yang sesuai ketentuan Rp 1.000 per unit per sekali parkir, kini menjadi Rp 2.000. Diantara yang mempraktekkan ini adalah juru parkir yang ada di areal parkir depan toko pakaian Apollo Cakranegara. Saat ditanya, Jukir mengatakan bahwa mereka harus menyetor ke preman dan tukang palak sehingga harus menaikkan biaya parkir.

Jukir yang ada di lokasi ini dengan seenaknya menagih uang parkir sebesar Rp 2 ribu. Mereka juga memanfaatkan badan jalan. “ Uang parkirnya dua ribu mas,” kata salah satu  Jukir kemarin.

Saat ditanya kenapa menaikkan uang parkir, alasannya karena banyak preman yang meminta dengan paksa, memalak mereka.”Di sini banyak tukang palak, kita nggak berani ribut sama mereka,” akunya.

Saat diminta untuk melapor ke Dinas Perhubungan Kota Mataram, Jukir ini kembali mengatakan kalau dirinya tidak mau mencari ribut.  Mereka memilih untuk berbagi dengan para preman.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Mataram Cukup Wibowo dengan tegas mengatakan pihaknya tidak membenarkan  tindakan menaikkan retribusi parkir yang dilakukan oleh pata Jukir. “ Kami tidak membenarkan tindakan yang dilakukan oleh Jukir tersebut dan akan diberikan tindakan,” kata Cukup.

Sebagaimana yang sudah diatur dalam Perda nomor 7 tahun 2015 tentang pengelolaan parkir, besaran retribusi parkir di pinggiran jalan umum sebesar Rp 1.000 untuk sepeda motor dan Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat dibuktikan dengan karcis parkir. Kalau ada Jukir yang meminta uang lebih dari yang diatur masyarakat penggunan parkir, maka warga berhak menolak.

Pihaknya melalui UPTD Perparkiran akan turun  melakukan pengawasan terhadap laporan untuk memberikan tindakan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para Jukir nakal tersebut.” Nanti dari UPTD akan turun melakukan pengawasan,” jelasnya.(ami)

BACA JUGA :  Temui Korban Perampokan Sekaroh, Kapolda Teteskan Air Mata