Tukang Ojek Ramaikan Perpustakaan Desa

Tukang Ojek Ramaikan Perpustakaan Desa
PERPUSTAKAAN : Foto bersama pustakawan Perpusdes Bagekpapan dan tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur.( Ist for Radar Lombok)

SELONG– Perpustakaan desa sedang jadi tren. Hampir semua desa di Lombok Timur punya perpustakaan dengan harapan warga desa gemar membaca.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur H. Marwan mengatakan, dengan banyaknya desa yang membangun perpustakaan, tim dinas rutin melakukan pembinaan dengan turun langsung ke Perpusdes dengan harapan pengelolaan perpustakaan desa bisa menjadi lebih baik.

“Kemarin yang kita kunjungi adalah Perpustakaan Desa Bagekpapan Kecamatan Pringgabaya.Kunjungan ini dalam rangka pelaksanaan pembinaan perpustakaan desa/kelurahan,” ungkapnya kemarin.

Perpustakaan Desa Bagekpapan memiliki ruangan perpustakaan seluas 20 meter persegi. Kendala yang dialami saat ini adalah belum lengkapnya berkas pengadministrasian layanan perpustakaan seperti buku inventaris, buku sirkulasi buku, induk anggota, kartu anggota, data statistik, daftar  kunjungan, tata tertib dan lainnya.” Kekurangan dari perpustakaan itu kita harapkan segera dilengkapi, sehingga perpustakaan desa semakin maju,”ungkapnya.

Perpustakaan itu sementara ini menggunakan ruangan BUMDes yang tidak terpakai. Tenaga perpustakaan sebanyak tiga orang. “ Meski demikian, tingkat kunjungan di perpustakaan desa ini ramai,”ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Bagekpapan H. Napahan menjelaskan, perpustakaan awalnya berlokasi di kantor desa, namun dikarenakan tidak ada warga yang datang, lokasi dipindah ke tempat yang sekarang. Sejak dipindah warga ramai datang. Pengunjung makin ramai sejak perpustakaan ini mendapat tambahan buku sebanyak 1000 eksemplar dengan 500 judul, ditambah dengan fasilitas rak buku dan komputer bantuan Perpustakaan Nasional RI. Masyarakat semakin banyak masyarakat yang berkunjung. Bahkan tukang ojek yang mangkal di dekat Perpusdes sering datang membaca dan pinjam buku.” Pembaca sekarang bukan hanya dari kalangan mahasiswa saja, tetapi tukang ojek juga banyak yang pinjam buku,”ungkapnya.

Agar perpustakaan desa ini tetap ramai, ia berharap masyarakat memberdayakan sarana yang ada agar dimanfaatkan maksimal. Bahkan, ada rencana melakukan sosialisasi ke sekolah dasar terdekat namun sementara ini ingin fokus menyelesaikan proses entri data.(wan)