Tujuh Tahun Papuq Ijah Melawan Tumor

Tujuh Tahun Papuq Ijah Melawan Tumor
TUMOR: Papuq Ijah, penderita penyakit tumor sejak tujuh tahun lalu, namun enggan di operasi, dengan alasan penyakitnya telah menyebar ke seluruh tubuh. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Papuq Pijah, seorang nenek berusia 80 tahunan menderita tumor di perutnya. Nenek warga Dusun Keselet, Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini hanya hidup bersama menantu dan cucu-cucunya.

Tumor yang diderita Papuq Pijah ini sudah berlangsung sekitar 7 tahun, dan semakin lama semakin membesar. Kini berat tumornya mencapai kurang lebih 30 hingga 40 kilogram, dengan diameter sekitar setengah meter. Sayangnya, nenek yang mempunyai anak satu ini enggan di operasi, dan Papuq Pijah juga mengaku tidak terlalu merasakan sakit pada perutnya. “Nggak sakit, tapi rasanya berat menahan perut ini,” tuturnya kepada Radar Lombok, Senin kemarin (10/7).

Menurut ceritanya, dia mempunyai satu orang anak, namun 7 tahun yang lalu anaknnya ini mengalami kecelakaan sepeda motor, sehingga mengakibatkan meninggal dnuia. Pada saat anaknya masih hidup, beberapa kali membawanya ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan. Akan tetapi hingga saat ini tidak bisa sembuh lantaran dia tidak mau di operasi.

“Waktu anak saya lahir ada yang mau membantu kami, tapi anak saya tidak mau mengobati saya kalau di operasi. Karena penyakit ini sudah menyebar ke seluruh badan saya,” akunya.

Selain ke rumah sakit, dia juga sudah melakukan upaya pengobatan ke beberapa dukun yang ada di Lombok untuk menyembuhkan penyakitnya. ”Sebenarnya sudah pernah ada yang menawari untuk dibiayai operasi, tapi saya menolak dan pasrah. Kalau sekarang ada yang mau membantu saya, cukup datang memberikan obat,” katanya.

Sementara itu, salah satu cucunya, Dita Septi Amalia mengatakan, meski neneknya mengidap penyakit tumor, namun tidak pernah membuat dia dan ibunya merasa repot. Pasalnya, neneknya bisa melakukan aktivitas seperti makan dan buang air sendiri. ”Kalau makan dan segalanya nenek saya bisa melakukan sendiri, dia tidak mau merepotkan orang lain,” jelasnya.

Untuk penyakit tumor yang diidap neneknya, menurut dia jarang kambuh yang bisa membuat dia dan keluarganya menjadi gelisah. Neneknya pada malam hari tetap bisa menikmati tidur seperti orang lain yang normal. ”Seperti kata nenek saya, tadi penyakitnya merasa sakit paling hanya satu kali sehari, dan itu palingan hanya sekedar gatal dan nyeri-nyeri saja,” paparnya.

Sementara itu, beberapa orang warga yang datang ke rumah Papuq Ijah ini ketika Radar Lombok datang berkunjung mengatakan, meski Papuq Ijah mengidap penyakit yang sangat ganas, tidak pernah membuat keluarga dan masyarakat lainnya repot. Pasalnya nenek ini merupakan orang yang tegar dalam menghadapi ujian.

“Saya lihat sendiri disini, nenek ini orang yang tegar dan tabah dalam menghadapi ujian. Kalau ada orang yang mau membantu untuk mengoperasinya, dia juga tidak pernah mau, dengan alasan anak saya dulu tidak mau melihat saya dioperasi karena sudah menyebar,” pungkasnya. (cr-wan)

BACA JUGA :  Deteksi Dini Penyakit Ginjal Kronik