Tujuh Peserta SKB CPNS Langsung Gugur

TES SKB : Suasana peserta saat mengikuti SKB di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB.(Faisal Haris/radarlombok.co.id)

MATARAM-Hingga hari ketiga pelaksanaan seleksi kompetensi bidang calon pegawai negeri sipil (SKB CPNS) lingkup Pemerintah Provinsi NTB sudah tujuh orang peserta yang langsung gugur.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, H Muhammad Nasir mengatakan, jumlah peserta SKB yang sudah dipastikan gugur sebanyak tujuh orang. Hal ini disebabkan peserta tidak hadir tanpa keterangan yang jelas. “Ya kita hitung dari hari pertama totalnya ada delapan peserta yang tidak hadir, satu orang dengan keterangan karena positif Covid-19 dan tujuh orang tidak hadir tanpa keterangan yang jelas. Maka ketujuh peserta otomatis gugur. Jadi itu risiko bagi peserta yang tidak hadir tanpa keterangan,”tegas Nasir selepas menerima kunjungan kunjungan Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar sesuai memantau pelaksanaan SKB hari ketiga, Sabtu (5/9/2020).

Ketujuh peserta yang sudah dinyatakan gugur tersebut, ada yang berasal dari Bima, Sumbawa dan Lombok. Tiga orang pada hari pertama, dua orang hari kedua dan dua orang pada hari ketiga. “Kalau saya ditanya bagi yang tidak hadir, kami tidak bisa jawab karena tidak ada keterangannya,” katanya.

Sementara untuk satu orang peserta yang positif Covid-19 diketahui pada hari kedua sehingga tidak bisa mengikuti SKB. Dikatakan Nasir, pihaknya sudah mendapatkan jawaban dari BKN bahwa akan diberikan waktu untuk mengikuti SKB pada tanggal 10 September. “Makanya kita minta sekarang ini untuk di swab terus, nanti tanggal 10 dia ikut SKB. Soal ini sudah dijawab oleh BKN kalau yang positif,”tegasnya.

Nasir juga mengatakan, pelaksanaan SKB di hari ketiga berjalan lancar yang terbagi menjadi tiga sesi. Jumlah peserta 45 orang per sesi. Untuk sesi pertama, sebanyak 45 orang peserta SKB hadir. Ada satu peserta yang reaktif. Sedangkan sesi kedua, ditemukan dua orang reaktif dan satu orang tidak hadir tanpa keterangan. Selanjutnya untuk sesi ketiga, terdapat satu orang reaktif dan satu orang tidak hadir. “Ada empat orang yang reaktif di hari ketiga, tapi ikut SKB semua di ruang khusus reaktif. Jadi kalau kita total peserta yang reaktif dari hari pertama hingga hari ketiga sebayak sembilan orang,”ungkapnya.

Nasir juga merasa bersyukur karena pada hari ketiga tidak ada peserta yang terlambat, tidak seperti hari kedua ada terlambat. Maka pihaknya menekankan kepada semua peserta harus lebih awal datang, minimal satu jam sebelum pelaksanaan sudah ada di lokasi tes. “Jika peserta terlalembat dua menit setelah dimulai SKB, maka (pengisian) ID sudah langsung ditutup oleh pusat. Jadi kita bukan tidak bisa mengizinkan untuk ikut, tetapi sudah di log lagsung gitu. Makanya kita minta satu jam sebelum pelaksanaan peserta kita minta sudah hadir,”katanya.

Bagi semua peserta akan mengikuti SKB, sambungnya, seperti apa yang ditekankan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi saat memantau pelaksanaan di hari pertama, supaya peserta bisa memanfaatkan kesempatan ini agar dapat mengikuti SKB dengan sebaik-sebaiknya. Karena yang mengikuti SKB adalah orang-orang pilihan sehingga jangan sampai disia-siakan. “Walaupun masih berebut bertiga dalam satu formasi, siapa tahu yang dapat tidak hadir itu jika hadir dia yang unggul maka dialah yang dapat. Jadi harapan saya kepada semua peserta, gunakanlah kesempatan ini,”harapnya seraya mengimbau peserta supaya bisa hadir dengan tetap menerapkan protokol Covid-19. (sal).