Tujuh Peserta Cakep Tidak Lolos Seleksi Administrasi

H Aidy Furqan
H Aidy Furqan.( DOK/ RADAR LOMBOK)

MATARAM Dari 383 guru yang mendaftar untuk mengikuti seleksi calon kepala sekolah (cakep) jenjang SM, SMK dan SLB Negeri, sebanyak 7 orang dinyakan tidak lulus administrasi.

“Peserta yang tidak lulus administrasi, karena sudah pernah mengikuti cakep dan ada juga berasal dari unsur pengawas bukan dari guru. Selain itu, peserta tidak memperbaharui data Dapodik secara online,” kata Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB H Aidy Furqan, Selasa (29/10).

Untuk seleksi tahap pertama yang diverifikasi jenjang SMA sebanyak 66 peserta yang lolos administrasi. Kemudian di tahap kedua diberikan kebijakan oleh Dikbud NTB untuk mensingkronkan datanya dengan Dapodik dan lolos sebanyak 163 peserta. Semenatra yang tidak valid atau tidak memenuhi administrasi ada 3 orang. Sedangkan untuk jenjang SMK pada tahap pertama yang valid ada 55 peserta, kemudian tahap kedua 84 dan tidak valid sebanyak 4 orang.

“Artinya sampai batas yang telah kita berikan sampai Senin sore ada 7 orang, baik SMA maupun SMK yang tidak lulus,” sebutnya.

Menurut Aidy, dengan hasil ini, maka yang akan melanjutkan untuk mengikuti tes subtansi SMA ada 229 orang, SMK ada 139 orang dan SLB ada 8 orang. Jumlah total yang akan melanjutkan ke tahap seleksi subtansi ada 376 peserta. Mereka yang sudah lulus administrasi ini akan dikoordinasikan dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Solo untuk segera mengikuti seleksi subtansi.

Dikatakannya, ada perubahan jadwal awal sekitar 4 hari disebabkan, karena sistem terbangun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang disesuaikan dengan SIM Tendik dengan imput data di Dapodik, bukan karena faktor seleksi manual. Pelaksanaan tes subtansi dan Diklat diserahkan sepenuhnya ke LPMP NTB dan LPPKS Solo. Adapun lokasi seleksi subtansi direncanakan di dua lokasi, yakni di Sumbawa dan Kota Mataram.

Sebelumnya, sejumlah cakep yang tidak lolos administrasi melakukan aksi protes kepada Dinas Dikbud NTB, Kamis (24/10). Aksi protes sejumlah guru yang mengikuti tes seleksi calon kepala sekolah (cakep) tersebut didampingi Ketua PGRI NTB Muhammad Yusuf.

“Ada yang janggal, karena proses seleksi calon kepala sekolah tidak sesuai prosedur,” tuding, Ahmad Muslim, salah seorang guru pendaftar tes seleksi cakep yang gagal lulus administrasi. (adi)