Tujuh Pelaku IKM Handycraft Ikuti Jakarta Expo

PRODUK KERAJINAN: Kerajinan Handycraft berbahan baku Batok Kelapa hasil karya perajin asal NTB yang kini telah masuk pasar ekspor ke berbagai negara di dunia (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB mengirim tujuh pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk mengikuti pameran di Jakarta Expo Kemayoran dari tanggal 12-15 Oktober mendatang. Sebanyak tujuh pelaku IKM tersebut dinilai produknya memiliki kelebihan dan kualitas.

Kepala Balai Pelatihan, Pengembangan Produk Eskpor Daerah (BP3ED) Disperindag Provinsi NTB, Taufik Rahman mengatakan, sebanyak tujuh pelaku IKM yang dilibatkan mengikuti pameran produk kerajinan di Jakarta Expo tersebut sudah mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan. Sehingga kualitas produk yang mereka hasilkan juga sudah berstandar. “Ketujuh pelaku IKM yang ikut dalam pameran itu merupakan produk kerajinan handycraft,” kata Taufik di Mataram, Jum’at (8/10).

Dari tujuh pelaku IKM yang ikut dalam pameran di Jakarta Expo Kebayoran dari tanggal 12-15 Oktober itu tidak semuanya ditanggung biayanya oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Dari tujuh IKM yang ikjut pameran itu, hanya ada dua IKM yang biayanya di tanggung dari APBN.

Sementara dua IKM yang lainnya dibiayai dari mitra yag memberikan pembinaan selama ini yakni PT Astra. Selanjutnya dua pelaku IKM yang ikut secara mandiri membiayai sendiri biaya tansportasi dan akomodasi selama pelaksanaan pameran.

Menurut Taufik, pameran yang diikuti perwakilan dari seluruh Indoesia itu akan dihadiri ratusan bahkan ribuan buyers (pembeli) baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan demikian, pameran di Jakarta Expo itu sangat penting dalam mempromosikan berbagai produk unggulan yang ada di Indonesia.

Terlebih lagi, sambung Taufik, pameran tersebut menjadi ajang promosi produk kerajinan unggulan daerah. Sehingga masyarakat dunia bisa lebih mengenal keunikan dan kualitas hasil karya perajin asal Provinsi NTB. “Kami ingin produk kerajinan asal NTB bisa lebih dikenal di berbagai belahan di dunia ini,” ujar Taufik.

Sebelumnya, BP3ED Disperindag NTB juga mengirim sejumlah pelaku IKM mengikuti pameran di Yogyakarta.  Pemerintah Provinsi NTB melalui Disperindag NTB secara intens terus meningkatkan kualitas dari produk kerajinan asal NTB melalui pendampingan pelatihan dengan mendatangkan pelatih dari Kementerian.

Hal tersebut dilakukan untuk mendorong dan meningkatkan produk kerajinan baik handycraft maupun produk olahan pangan bisa tembus pasar ekspor. Sehingga masyarakt NTB perekonomian bisa tumbuh dan tentunya berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat yang semakin baik. (luk)