Tujuh Pejabat Berebut Kursi Sekda

MATARAM – Perang bintang sepertinya akan terjadi dalam perebutan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB. Nama-nama populer dan pejabat berpengaruh sudah resmi mendaftarkan diri ke panitia seleksi (pansel). 

Jabatan sekda sangat menggiurkan. Banyak kewenangan dan tunjangan yang akan didapatkan. Tentu saja akan menjadi tangan kanan dan tangan kiri pimpinan daerah juga. Hingga kemarin, sudah ada tujuh orang pejabat yang mendaftar untuk mengikuti seleksi calon sekda.

Ketujuh orang ini semuanya berasal dari instansi Pemprov NTB. Mereka merupakan pejabat senior dan cukup populer. Namanya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Di antaranya Ir Ridwan Syah MM MTP, Drs H Lalu Gita Aryadi MSi dan Ir H Husnul Fauzi MSi. “Pak Gita itu senior Humas, ikut bertarung juga,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, H Fathurrahman selaku Sekretariat Pansel, Jumat (27/9).

Selanjutnya Ridwan Syah, saat ini menjabat sebagai Asisten II Pemprov NTB. Beberapa jabatan lain telah diemban seperti Kepala Bappeda, Kepala DPMPTSP, Kepala Dishub dan lain-lain. Husnul Fauzi tidak kalah pengalaman. Kehadiran Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) ini untuk bertarung, merupakan salah satu kejutan yang tidak pernah diprediksi. “Penyerahan berkas administrasi sampai tanggal 4 Oktober. Sampai sekarang belum ada satupun pendaftar yang sudah serahkan berkas,” ucap Fathurrahman. 

Pendaftar pertama seleksi Sekda adalah Dr Iswandi. Berbagai jabatan strategis pernah diemban. Di antaranya Kepala Biro Umum, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) dan lain-lain. Saat ini, Iswandi juga sebagai Penjabat Sekda NTB. 

Selanjutnya Ahmad Helmy Hidayatullah, tergolong orang asing di internal Pemprov NTB. Namanya selama ini tidak pernah mencuat. Helmy Hidayatullah merupakan pejabat fungsional yang menjadi dosen Kopertis di Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM). 

Kemudian Baiq Eva Nurcahyaningsih, saat ini menjabat sebagai Asisten I Pemprov NTB. Beberapa jabatan lain eselon dua juga pernah diemban. Eva lama berkarier di birokrasi Lombok Barat. 

Pendaftar lainnya, Ibnu Salim sudah cukup populer di NTB. Pria yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Inspektorat NTB itu, juga pernah sebagai Kasat POL-PP. “Kita imbau kepada semua pendaftar, agar segera menyerahkan berkasnya. Sehingga kalau ada berkas yang terlewatkan, bisa diperbaiki atau disempurnakan,” ujar Fathurrahman. 

Kepala Distanbun Provinsi NTB, Husnul Fauzi yang dikonfirmasi Radar Lombok membenarkan jika dirinya telah mendaftar sebagai sekda. “Kita kan sudah memenuhi syarat. Ya kita coba bertarung,” kata Husnul. 

Syarat untuk bisa mendaftarkan diri sebagai calon Sekda, diantaranya mendapatkan rekomendasi dari pejabat pembina kepegawaian (kepala daerah), kualifikasi pendidikan paling rendah sarjana S1 atau DIV, memiliki pengalaman jabatan minimal 7 tahun, sedang atau pernah menduduki jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama atau jabatan fungsional jenjang ahli utama minimal 2 tahun. 

Kemudian usia paling tinggi 58 tahun per 31 Desember 2019, berkinerja baik selama dua tahun terakhir, pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat II atau tingkat I, pangkat minimal pembina utama muda (IV/C), dan lain-lain. Tujuan utama Husnul ingin menjadi sekda, ingin maksimal mewujudkan NTB Gemilang. NTB di bawah kepemimpinan Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) memiliki berbagai inovasi yang mendekatkan pada kesejahteraan. “Selaku ASN yang barang tentu dengan pengalaman di pemprov selama ini, saya sangat mendambakan visi dan misi NTB Gemilang. Yang menurut saya cukup menginspirasi saya, bahkan ternyata pemerintah pusat pun akan mengusung ide-ide NTB Gemilang di segala bidang,” ucapnya. 

Oleh karena itu, Husnul ingin menjadi sekda. Dengan begitu, dirinya bisa maksimal membantu dan memberikan kontribusi dalam mewujudkan NTB Gemilang. “Ini kan NTB Gemilang semuanya demi kesejahteraan masyarakat. Makanya saya ingin berbuat dan menyukseskan NTB Gemilang,” terangnya. 

Tahapan seleksi, untuk pendaftaran online dan penyerahan berkas ditutup hingga 4 Oktober. Selanjutnya seleksi administrasi 7 Oktober. Kemudian pengumuman seleksi administrasi akan dilakukan tanggal 8 Oktober. Asisten I Pemprov NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih juga menyatakan keseriusannya untuk menjadi Sekda NTB. “Saya serius mendaftar sebagai calon Sekda,” tegas Eva. 

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Lalu Gita Aryadi saat dihubungi Radar Lombok sedang berada di Hunan, China. Di sana, Gita menghadiri acara seminar dan temu bisnis tentang trend perdagangan dan investasi dunia.

Dituturkan Gita, dirinya terpanggil untuk terus berkontribusi untuk daerah. Terutama melakukan akselerasi pembangunan menuju NTB Gemilang. “Berbekal kompetensi, integritas dan pengalaman 30 tahun mengabdi di berbagai instansi di lingkup pemkab dan Pemprov NTB, saya sudah daftar,” ucapnya. 

Menjadi seorang sekda, lanjut Gita, memiliki amanah dan tanggung jawab dengan spektrum  yang lebih luas dan strategis. “Insya Allah berharap dapat lebih optimal membantu pimpinan untuk menggerakkan potensi-potensi daerah menuju NTB yang lebih baik. NTB yang next time better,” katanya. 

Gita memiliki pengalaman bertugas di berbagai OPD. Selama 6 tahun di Pemkab Sumbawa dan 5 tahun sebagai komisaris BUMN PT ITDC. “Insya Allah akan membantu tugas sebagai Sekda yang bertugas membantu gubernur/wakil gubernur dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di NTB,” yakinnya. 

Kemantapan hati Gita ikut bertarung, karena gubernur sendiri sudah membuka kesempatan. Gubernur telah mempersilahkan dan mendukung semua pejabat senior di lingkup Pemprov NTB. “Pak Gubernur mempersilakan dan mendukung semua senior staf terbaik yang memenuhi syarat, untuk tampil dan terpanggil memenuhi panggilan tugas mulia untuk bersama-sama membangun daerah,” ujar Gita. (zwr)