Tak Berintegritas, Tujuh Kepala Pasar di Daerah Ini Diganti

Salmun Rahman
Salmun Rahman (IRWAN/RADAR LOMBOK)
Advertisement

SELONG—Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) telah mengganti sejumlah kepala pasar yang dinilai tidak bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pasar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim, Salmun Rahman mengatakan penggantian kepala pasar ini dilakukan karena sudah habis masa kontraknya sebagai kepala pasar. Sehingga dilakukan penggantian kepada seluruh kepala pasar guna membantu meningkatkan PAD yang bersumber dari retribusi pasar.

BACA JUGA :  Eks Bangunan RSUD Lombok Utara Dirobohkan

“Dari 37 kepala pasar, sebagian ada wajah baru. Selain itu ada sekitar tujuh kepala pasar yang  diganti karena tidak mempunyai integritas, seperti Kepala Pasar Terara,” sebut Salmun, Selasa kemarin (16/1).

Penggantian kepala pasar yang dilakukan pemerintah tidak dilakukan secara biasa, akan tetapi penggantian kepala pasar dilakukan melalui seleksi untuk menjaring kepala pasar yang bisa di percaya untuk meningkatkan PAD lewat pasar. Seleksi ini dilakukan untuk mendapatkan figur kepala pasar yang sesuai dengan harapan.

“Ada beberapa kepala pasar yang tidak di ambil oleh kepala pasar sebelumnya, seperti Kepala Pasar Kotaraja, Kepala Pasar Keruak, Kepala Pasar Terara, Kepala Pasar Pringgabaya, dan beberapa pasar kecil yang pejabatnya meninggal, dan lainnya,” jelas Salmun.

Dikatakan, perekrutan kepala pasar ini dilakukan secara seleksi. Kenapa demikian? Karena banyak masyarakat yang ingin menjadi kepala pasar, sehingga jalan yang dianggap baik dan sesuai dengan petunjuk Bupati adalah harus melalui seleksi. Kemudian yang kedua, menjadi kepala pasar bukan merupakan sebatas untuk mendapatkan pekerjaan, akan tetapi harus bisa memberikan partisipasi meningkatkan PAD.

Sehingga dari hasil seleksi yang dilakukan oleh tim penilai untuk menentukan figur yang layak dijadikan kepala pasar, yang kemudian diajukan oleh tim peniliai, mendapat persetujuan juga dari pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Lotim, dan sudah diberikan SK. ”Alhamdulillah kepala pasar yang baru sudah kita berikan SK, terhitung mulai dari tanggal 1 Januari hingga 31 Desember 2018,” paparnya.

Disampaikan juga, kepala pasar juga sangat membantu untuk meningkatkan PAD, selain memperhatikan kondisi masyarakat. Kenapa demikain, karena dengan PAD merupakan ukuran dari keberhasilan sebuah daerah. Selain itu, dengan PAD daerah bisa lebih leluasa membangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA :  Bima Bukan Zona Merah!

“Berbeda dengan pendapatan yang kita terima dari bantuan pemerintah pusat, apakah itu dana perimbangan dan yang lainnya, merupakan ciri sebagai ketergantungan kita,” katanya.

Dengan adanya pergantian sejumlah kepala pasar ini, pihaknya berharap pendapatan dari pasar pada tahun 2018 bisa meningkat. ”Dari segi pencapaian target sekitar Rp 17 miliar, sebenarnya masih jauh. Tapi dari segi pendapatan dari tahun ke tahun terus terjadi peningkatan, dan ini juga harus kita bisa tingkatkan,” pungkasnya. (cr-wan)