Tujuh Kecamatan Lotim Dapat Sumur Bor

SOSIALISASI: Konsultan BPBD Provinsi NTB, Safri, dan Ruslan, saat melakukan sosialisasi ke Kecamatan Jerowaru, terkait bantuan sumur bor yang akan dibangun di tujuh kecamatan Lotim (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB akan memberikan bantuan berupa sumur bor kepada kecamatan-kecamatan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang masih kekurangan air bersih.

“Untuk Lotim ada tujuh kecamatan yang mendapat bantuan sumur bor. Dimana ketujuh kecamatan itu yakni Kecamatan Sambelia, Terara, Swela, Keruak, Sakra Timur, Jerowaru dan Sakra Barat,” kata Safri, selaku Konsultan BPBD Provinsi NTB, ketika sosialisasi di Kecamatan Jerowaru, Senin kemarin (23/1).

Disampaikan, program pembuatan sumur bor yang akan diberikan kepada tujuh kecamatan di Lotim ini sebenarnya merupakan program tahun 2015 lalu, yang telah diusulkan oleh daerah. Namun karena tidak diusulkan kembali, pihak BPBD Provinsi NTB masih ragu memberikan.

“Sebenarnya pada tahun 2016 kemarin, semua sumur bor ini sudah direalisasi ke masing-masing kecamatan yang membutuhkan. Namun karena tidak diusulkan kembali, kita menganggap daerah-daerah ini sudah tidak membutuhkan,” jelasnya.

Pembuatan sumur bor ini lanjutnya, seharusnya mulai dikerjakan pada bulan Oktober tahun 2016. Namun karena kendala teknis, atau telah memasuki musim hujan, BPBD NTB kemudian mengundurkan kembali, sehingga akan mulai dikerjakan pada bulan April 2017 mendatang. Sehingga permasalahan kekurangan air bersih di masing masing daerah ini bisa segera teratasi.

Untuk di Kecamatan Jerowaru, bantuan sumur bor yang di dapat dari BPBD NTB ada sebanyak 4 titik, yang dinilai selama ini sangat kekeringan dan keurangan air bersih. Sehingga dengan adanya sumur bor ini, lokasi yang sering terjadi kekurangan air bersih ini bisa teratasi.

[postingan number=3 tag=”sumur”]

“Sedangkan di kecamatan lain seperti Sakra Timur mendapatkan 3 titik, Keruak 2 titik, dan Sakra Barat 5 titik. Itu yang sudah masuk dalam daftar. Namun jika ada kecamatan yang benar-benar membutuhkan, bisa mengajukan provosal kembali, dan akan dilakukan verifikasi,” ujarnya.

Menurutnya, anggaran yang dikeluarkan untuk pembuatan sumur bor dengan kedalaman sekitar 100 meter di masing-masing titik, mulai dari pengeboran hingga penyaluran air ke rumah-rumah, pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp 270 juta per unit. Dana ini nantinya juga diperuntukkan untuk pembuatan menara, listrik, dan pemasangan pipa, sehingga air bersih bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat setempat.

Sementara Camat Jerowaru, Lalu Ahmad Zulkipli, sangat mengapresiasi bantuan sumur bor yang akan diberikan untuk masyarakatnya. Mengingat Kecamatan Jerowaru merupakan daerah yang menjadi langganan kekeringan setiap tahun. Sehingga adanya bantuan sumur bor ini, masyarakat bisa mendapatkan air dengan cepat dan gratis.

Selain itu lanjutnya, bukan hanya masyarakat pinggiran saja yang mengalami kekurangan air bersih. Namun masyarakat yang di pusat kecamatan juga mengalami kekurangan air bersih. Sehingga pihaknya berharap kepada BPBD NTB untuk juga memberikan satu titik sumur bor di lokasi sekitar Kantor Kecamatan.

Diakui, sejak tahun 2003 Kantor Camat Jerowaru untuk mendapatkan air bersih terpaksa menumpang di instansi lain. Sehingga pada saat ada acara di Kantor Camat, kerap mengalami kekurangan air berih. Untuk itu dia berharap pada tahun 2017 dengan bantuan yang ada, pemerintah kecamatan meminta satu titik yang akan dibuat di kantor kecamatan.

Tak hanya itu, adanya air bersih di kantor kecamatan, juga dapat menunjang kebutuhan-kebutuhan sekolah dan instansi lain, dan masyarakat yang berada di sekitar kantor kecamatan. ”Jadi saya berharap dengan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan masyarakat, program STBM yang lima pilar itu bisa terlaksana. Sehingga masyarakat Jerowaru menjadi masyarakat yang sehat dan bersih,” harapnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid