Tuding Ada Pelacur Politik, Suhaili Pastikan Mundur dari Golkar

Mantan Bupati Lombok Tengah M. Suhaili FT (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Musda X DPD I Golkar NTB berakhir tadi malam (2/3/2021) dengan diaklamasikannya Mohan Roliskana, Wali Kota Mataram sebagai Ketua DPD I Golkar NTB Periode 2021-2026.

Musda ini pun menuai kekecewaan dari calon kuat yakni Ahyar Abduh mantan Wali Kota Mataram dan M Suhaili FT mantan Bupati Lombok Tengah. Belakangan keduanya merasa kecewa dan terzalimi oleh DPP.

“Ya jelas kalau seperti ini saya sangat terzalimi atas apa yang terjadi di Golkar,” ungkap Suhaili lewat saluran telepon.

Suhaili mengaku sangat kesal atas apa yang terjadi di tubuh Golkar. Ia mengingat ketika masih menjabat Ketua DPD I Golkar NTB Periode 2016-2021. Saat itu ia mengusulkan ke DPP agar Musda digelar sebelum masa kepengurusannya berakhir, tetapi ditolak DPP. Bahkan awalnya DPP mendukung Ahyar Abduh tetapi berubah lagi ke Mohan.

Kalaulah misalnya DPP ingin agar yang memimpin Golkar adalah orang yang mempunyai jabatan formal, maka dominan DPD II mengusulkan Indah Dhamayanti Putri, Bupati Bima, tetapi ditolak juga.

Suhaili menegaskan, di Musda ini ada oknum yang melacurkan diri.

“Saya juga sudah dua periode jadi Bupati. Dari berbagai macam masih punya kekuatan. Kita bisa bergandengan, tetapi kok ditolak kan ada apa,” tambahnya.

Suhaili dengan tegas mengatakan bahwa dalam Musda ini ada oknum yang memainkan suasana yang mau mengambil kesempatan dalam momen seperti ini. “Ya ini permainan orang-orang yang melacurkan diri untuk menjual semua itu,” tegasnya.

Atas kondisi ini Suhaili mengaku akan keluar dari Golkar. “Ya pastilah saya akan keluar dari Golkar, ngapain masih di Golkar kalau seperti ini nggak ada gunanya saya masuk Golkar,”tegasnya.

Karene menurut Suhaili, oknum di Golkar itu tidak bisa berterima kasih kepada kadernya. “Itu orang tidak bisa berterima kasih kepada kadernya sendiri kalau seperti itu. Tunggu saja kehancuran,”ucapnya.

Suhaili sendiri sadar bahwa sekarang ia sebagai orang kecil. Namun ia mengingatkan bahwa tidak ada orang jatuh karena batu yang besar. (sal)