Tuan Guru Rebutan Kursi Dewan

Ilustrasi Caleg
Ilustrasi Caleg

MATARAM – Sistem demokrasi memberikan hak pada siapapun untuk memilih dan dipilih. Pemilihan legislatif (pileg) tahun 2019 dimanfaatkan banyak tuan guru (kiai) untuk maju sebagai wakil rakyat.

Untuk DPRD Provinsi NTB, kursi empuk yang jumlahnya 65 itu cukup nikmat. Orang yang telah duduk, tidak ingin digantikan. Bahkan, oleh seorang tuan guru sekalipun. Sosok tuan guru di NTB memiliki kelebihan dibandingkan yang lain. Ilmu agama yang dimiliki membuatnya dihormati dan disegani masyarakat. Tentu saja, imbauan yang dikeluarkan memikiki kekuatan. Termasuk untuk mendukung dirinya merasakan kursi empuk wakil rakyat.

BACA JUGA: Mahalli Janji Selamatkan Demokrat

Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB, H Abdul Hadi mengungkapkan, partainya telah mendaftarkan 10 orang tuan guru. Legislatif memang sudah selayaknya diisi orang-orang baik. “Ada 10 tuan guru maju di pileg untuk DPRD Provinsi,” terangnya kepada Radar Lombok, Kamis (26/7).

PKS sendiri, untuk DPRD NTB mendaftarkan bacaleg dengan kekuatan penuh sebanyak 65 orang. Sebanyak 10 tuan guru, tersebar di berbagai daerah pemilihan (dapil). “Caleg kita 39 laki-laki dan 26 orang perempuan. Kuota perempuan mencapai 40 persen,” ucap pimpinan DPRD NTB yang akrab disapa Ustad Hadi ini. 

Beberapa tuan guru yang akan merebut kursi di DPRD Provinsi NTB melalui PKS. Yakni, TGH Achmad Muchlis di dapil 1 (Kota Mataram), TGH Satriawan untuk dapil 2 (Lombok Barat dan Lombok Utara), TGH Muhanan dapil 4 (Lombok Timur selatan), TGH Patompo dapil 8 (Lombok Tengah B), dan lain-lain. Para tuan guru tersebut, ada yang telah lama menjadi kader PKS. Namun ada pula baru bergabung pada saat pileg. “Kalau kita ada yang kader, ada juga yang baru masuk. Ada juga pensiunan PNS yang nyaleg,” kata Hadi.