Tua Bangka Diduga Cabuli Bocah Ingusan

Ilustrasi pencabulan
Ilustrasi pencabulan

PRAYA – Sialam alias Papuk Alam, 65 tahun, warga Dasan Kondok Desa Marong Kecamatan Praya Timur terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian. Di usianya yang sudah tua tersebut, Sialam bukan menggunakan sisa umurnya untuk beribadah, melainkan berbuat bejat. Ironisnya, Sialam diduga mencabuli anak tetangganya yang masih ingusan umur 6 tahun.

Peristiwa memalukan itu diduga terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, Selasa lalu (3/4). Namun, aksi bejat tua Bangka itu diketahui keluarga korban pada Jumat (6/4). Keluarga korban yang keberatan atas aksi itu langsung melaporkan Sialam dengan nomor LP/158/IV/2018/ NTB/Res Loteng, pada 6 April 2018.

Waktu kejadian, korban sedang bermain di belakang rumahnya bersama teman yakni B, 3 tahun. Ketika asyik bermain, tiba-tiba pelaku memanggil korban dengan isyarat melambaikan tangannya. Terlebih, antara rumah pelaku dan korban sangat berdekatan.

Mengetahui dirinya dipanggil, bocah bau kencur itu kemudian menghampiri pelaku. Pelaku mengajak korban masuk kerumahnya. Pelaku kemudian mengajak korban masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu dari dalam. Kemudian pelaku menyuruh korban tidur di lantai yang beralaskan tikar.

Setelah korban tertidur dengan beralaskan tikar tersebut, pelaku melancarkan aksinya dengan membuka celana korban. Pelaku juga menyingkap sarung yang ia gunakan. Setelah itu pelaku memasukkan kemaluannya kedalam kemaluan korban dengan berkata, “diam-diam ya, jangan teriak. Nanti kalau kamu teriak kita ditangkap polisi”.

Bujukan dan ancaman pelaku itu ternyata membuat korban takut. Korban tak berani berteriak hingga pelaku dengan leluasa menggagahi tubuh bocah ingusan itu. ‘’Kita langsung amankan pelaku begitu mendapatkan laporan,’’ ungkap Kasatreskrim AKP Rafles P Girsang, Senin kemarin (9/4).

Rafles menuturkan, kejadian tersebut terungkap setelah ibu dari korban merasa curiga dengan gelagat korban. Saat itu ibu korban yang baru pulang mengajar, setibanya di rumah melihat anaknya sudah lemas tak seperti biasanya. “Dari sana ibu korban curiga dan menanyakanya kepada korban. Awalnya tidak mau mengaku karena takut, tapi setelah didesak sehingga korban menceritakan kejadian tersebut ke ibunya,” tuturnya.

Awalnya, keluarga juga sempat mengklarifikasi kejadian tersebut kepada pelaku. Tetapi, dkeluarga Koran lantas secepatnya melaporkan dugaan itu karena sudah terlanjur diketahui warga. Ditakutkan akan terjadi massa jika pelaku tidak secepatnya diamankan. “Informasinya kalau pelaku baru pertama kali melakukan itu dan menurut pengakuanya belum masuk. Bahkan, pelaku bilang kepada korban bahwa barangnya akan masuk kalau korban sudah besar. Tapi kita masih dalami hal itu,” bebernya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terpaksa menunggu ajalnya di balik jeruji besi dan terancam hukuman 15 tahun penjara. Karena disangkakan melanggar pasal 82 ayat 1 juncto 76e UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (met)