Tren Pertumbuhan Ekonomi Mulai Membaik

I Made Agus Ariana (DOK / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Tren pertumbuhan ekonomi NTB di akhir tahun 2021 ini mulai ada pegerakan perbaikan seiring dengan bergerak beberapa sektor usaha. Mulai dari bisnis transportasi, pariwisata dan sektor UMKM, meskipun belum terbilang seluruhnya normal, namun ekonomi mulai menggeliat.

Ketua Umum Pengurus Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) NTB I Made Agus Ariana mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 yang melandai di NTB membuat beberapa sektor usaha dan bisnis mulai ada pergerakan. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap bisnis. Namun ada beberapa sektor usaha belum bergerak, seperti kontraktor dan sebagai pemasok barang di pemerintahan masih lesu saat ini karena pemerintah fokus untuk kesehatan.

“Trendnya mulai membaik seiring dengan vaksin yang melampui target 70 persen dan mulai permudah akses keluar masuk Lombok. Kita optimis trendnya akan positif kedepannya,” kata I Made Agus Ariana, Ahad (31/10).

BACA JUGA :  Pertamina Naikkan Harga Tiga Jenis BBM

Kendati demikian, kata Agus, berapa persen akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi belum bisa diketahui. Karena ada beberapa pertimbangan yang harus dilihat juga saat ini dan bisa saja berubah-ubah, yakni mengalami kenaikan tinggi atau justru bergerak pelan.

“Tetap kita punya pertimbangan, belum lagi masuk musim hujan. Mudah – mudahan tidak ada banjir dan segalanya, karena itu bisa menjadi pengaruh juga untuk ekonomi,” ungkapnya.

Sementara itu, daya beli masyarakat juga saat ini di beberapa sektor mengalami perbaikan dan peningakatan. Tetapi beberapa sektor lainnya justru masih stagnan. Bahkan ada di sektor-sektor usaha tertentu sedang mempertimbangkan untuk banting setir atau tetap bertahan dengan usaha mereka.

BACA JUGA :  Smartfren Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2021

“Untuk ekspor sudah ada yang berjalan, seperti kerajinan. Kalau untuk yang lain masih wait and see. Tapi rata rata yang masih bisa bertahan kebutuhan pokok,” katanya.

Agus menilai meskipun diawal pandemi sempat menurun untuk kebutuhan pokok ini, tetapi sekarang trendnya tambah naik. Karena banyak orang berusaha dari rumah, sehingga kebutuhan terhadap bahan pokok cukup tinggi.

“Kita optimis akan terjadi perbaikan ekonomi terus berlanjut hingga 2022 mendatang. Melihat sudah banyaknya pergerakan dari semua sektor usaha perlahan-lahan bangkit,” imbuhnya. (dev)